Sabtu 01 Apr 2023 15:58 WIB

Sepanjang 2022, Pendapatan KOBX Tumbuh 41,2 Persen Jadi 168 Juta Dolar AS

Kobexindo Tractor klaim seluruh segmen usaha raih kinerja positif sepanjang 2022

PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), penyedia alat berat terintegrasi, berhasil membukukan pendapatan sebesa 168,52 juta dolar AS pada 2022, tumbuh 41,23 persen dibandingkan 2021 senilai 119,32 juta dolar AS.
Foto: Dok.Republika
PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), penyedia alat berat terintegrasi, berhasil membukukan pendapatan sebesa 168,52 juta dolar AS pada 2022, tumbuh 41,23 persen dibandingkan 2021 senilai 119,32 juta dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), penyedia alat berat terintegrasi, berhasil membukukan pendapatan sebesa 168,52 juta dolar AS pada 2022, tumbuh 41,23 persen dibandingkan 2021 senilai 119,32 juta dolar AS.

Kinerja pendapatan Kobexindo yang positif tidak lepas dari volatilitas pasar komoditas tambang maupun perkebunan. Isu-isu geopolitik dan nilai tukar juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Kobex merupakan distributor alat berat kenamaan, di antaranya Doosan, Terex, Mercedes Benz, Jungheinrich, Hako, dan Dynapac. Selain menjual unit alat berat, perseroan memiliki segmen bisnis penjualan suku cadang, jasa perbaikan, serta kontraktor pertambangan dan sewa (alat berat dan gedung).

Segmen-segmen usaha yang dimiliki Kobex menunjukkan kinerja positif sepanjang 2022. Segmen penjualan unit alat berat tumbuh 43,5 persen menjadi 129,13 juta dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya 89,99 juta dolar AS. Segmen ini berkontribusi 76,63 persen terhadap pendapatan konsolidasi Kobex.

Kontributor terbesar kedua dari segmen penjualan suku cadang yang membukukan pendapatan sebesar 19,28 juta dolar AS, tumbuh 19,82 persen dari 16,09 juta dolar AS.

Segmen lainnya juga turut membukukan kinerja positif. Segmen jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan emiten berkode saham KOBX ini membukukan pertumbuhan pendapatan 75,41 persen menjadi 13,51 juta dolar AS pada 2022 dibandingkan 2021 sebesar 7,7 juta dolar AS.

Sedangkan segmen sewa (alat berat dan gedung) tumbuh 19,15 persen menjadi 6,6 juta dolar AS dari 5,54 juta dolar AS. Secara berturut-turut, dua segmen tersebut berkontribusi sebesar 8,02 persen dan 3,92 persen terhadap pendapatan konsolidasi.

Adapun kenaikan pendapatan sepanjang 2022 juga dibarengi oleh kenaikan beban pokok pendapatan. Tahun lalu, beban pokok pendapatan sebesar 137,97 juta dolar AS, tumbuh 42,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 96,94 juta dolar AS. Maka demikian, laba bruto tumbuh 36,5 persen.

Laba usaha sebesar  5,6 juta dolar AS, terkoreksi dari posisi sebelumnya 16,41 juta dolar AS. Hal ini disebabkan oleh kerugian kurs 5,86 juta dolar AS pada 2022 dibandingkan laba kurs 17 ribu dolar AS pada 2021. Sebagian besar rugi kurs 2022 merupakan kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss).

Lebih lanjut, laba sebelum pajak penghasilan dan laba bersih masih berada di teritori yang baik, meski terjadi koreksi. Laba sebelum pajak 2022 sebesar 5,14 juta dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya 13,78 juta dolar AS dan laba bersih 2022 sebesar 4,2 juta dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya 13,55 juta dolar AS.

Wakil Presiden Direktur Kobexindo Tractors, Martio mengatakan kinerja laba bersih pada 2022 merupakan dampak dari perlakuan pembukuan akuntansi perubahan metode perhitungan akun properti investasi (aset perseroan berupa gedung yang disewakan) dan laba (rugi) selisih kurs.

“Apabila perhitungan laba bersih mengesampingkan laba (rugi) selisih kurs dan perhitungan akun properti investasi, maka laba bersih 2022 bisa mencapai 10,28 juta dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya 6,17 juta dolar AS atau setara pertumbuhan laba bersih sebesar 66,7 persen," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (1/4/2023).

Penguatan kinerja sepanjang 2022 berdampak positif pada fundamental. Kas dan setara kas melesat 599 perse  dari 4,68 juta dolar AS menjadi 32,73 juta dolar AS.

Adapun aset lancar tumbuh 69,52 persen menjadi 120,9 juta dolar AS dan aset tidak lancar meningkat 41,03 persen menjadi 63,77 juta dolar AS, sehingga total aset KOBX per Desember 2022 sebesar 184,66 juta dolar AS atau tumbuh 58,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya 116,53 juta dolar AS.

“Pencapaian ini berkat kenaikan arus kas yang bersumber dari kenaikan transaksi penjualan dengan konsumen, baik itu penjualan unit maupun lainnya, yang bersumber dari segmen usaha yang kami miliki. Hal tersebut akan memberikan fondasi yang kokoh dan rasa percaya diri bagi manajemen untuk melanjutkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement