Selasa 28 Mar 2023 11:18 WIB

JaKios Permudah Layanan Calon Pedagang Pasar

Calon pedagang dapat mencari informasi kios, sewa, serta reservasi dan pembayaran.

Bank DKI bersama Perumda Pasar Jaya dan PakeKTP meluncurkan aplikasi JaKios. Aplikasi ini akan memudahkan calon pedagang untuk menyewa unit kios di pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya.
Foto: Dok Bank DKI
Bank DKI bersama Perumda Pasar Jaya dan PakeKTP meluncurkan aplikasi JaKios. Aplikasi ini akan memudahkan calon pedagang untuk menyewa unit kios di pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank DKI bersama Perumda Pasar Jaya dan PakeKTP meluncurkan aplikasi JaKios. Aplikasi ini akan memudahkan calon pedagang untuk menyewa unit kios di pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya. 

Melalui aplikasi Jakios, calon pedagang dapat mencari informasi ketersediaan kios, harga sewa, serta melakukan reservasi dan pembayaran. Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono, mengatakan JaKios menjadi perwujudan digitalisasi yang tertuju kepada pelaku usaha, terutama UMKM yang berada di pasar tradisional di DKI Jakarta. 

Karenanya selain berkolaborasi dengan Perumda Pasar Jaya, perseroan juga menggandeng PakeKTP sebagai mitra strategis mendukung transformasi digital pasar tradisional. "Aplikasi hasil kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha melalui pemanfaatan teknologi yang efisien," ujar Amirul saat peluncuran aplikasi tersebut di Jakarta. 

Melalui aplikasi yang sudah dapat diakses melalui google playstore ini calon pedagang dapat melihat tempat usaha yang tersedia pada lokasi pasar yang diinginkan. Selain itu calon pedagang dapat melihat denah untuk memperkirakan kebutuhan maupun foto kios untuk mendapatkan informasi kondisi kios yang akan disewa. 

 

Aplikasi hadir dalam dua pilihan opsi bayar yakni melalui scan to pay QRIS Bank DKI ataupun melalui Virtual Account Bank DKI. Pasar Kramat Jati menjadi lokasi pilot project percontohan aplikasi ini sekaligus implementasi SIAP QRIS yang merupakan program digitalisasi di lingkungan pasar yang diusung Bank Indonesia. 

”Implementasi transaksi digital di pasar, selain memberikan kemudahan, kenyamanan juga aman bagi para pedagang serta pengunjung pasar. Hal ini juga didorong masyarakat yang terbantu dengan pengunaan layanan transaksi non-tunai sehari-hari,” ujar Amirul.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi, mengatakan perseroan akan terus memperluas penerapan digitalisasi dalam perwujudan transaksi nontunai di Wilayah DKI Jakarta melalui sinergi dan kolaborasi. "Kami berharap melalui peluncuran aplikasi ini dan program digitalisasi Pasar Kramat Jati, dapat menghadirkan manfaat kemudahan bertransaksi di pasar melalui layanan perbankan digital," katanya. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement