Selasa 21 Mar 2023 14:59 WIB

Minat Petani Indramayu Tanam Padi Organik Makin Meningkat

Lahan sawah padi organik hanya tiga pada 2021, pada tahun ini sudah 22 hektare.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Fuji Pratiwi
Panen padi organik (ilustrasi). Minat para petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menanam padi organik semakin meningkat. Hal itu membuat lahan sawah padi organik pun bertambah luas.
Foto: Antara/Adiwinata Solihin
Panen padi organik (ilustrasi). Minat para petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menanam padi organik semakin meningkat. Hal itu membuat lahan sawah padi organik pun bertambah luas.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Minat para petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menanam padi organik semakin meningkat. Hal itu membuat lahan sawah padi organik pun bertambah luas.

Kondisi itu seperti yang terlihat di Kecamatan Kedokan Bunder. Hamparan lahan sawah padi organik di wilayah itu yang semula hanya tiga hektare pada 2021, pada tahun ini sudah mencapai 22 hektare.

Baca Juga

Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi, menjelaskan, produksi padi organik di Kecamatan Kedokan Bunder itu didominasi oleh Kelompok Sri Trusmi Satu Desa Kedokanbunder Wetan. Kelompok tani yang diketuai 'Profesor Bakteri' Waklan itu selama ini terus berkomitmen untuk mengembangkan padi organik dengan pengembang agens pengendali hayati (APH).

Atang menerangakan, pada 2021 lalu, luas lokasi areal sawah yang menggunakan agens hayati atau perlakuan organik 100 persen hanya seluas tiga hektare dan menggunakan semi organik 19 hektare. Namun pada 2023 ini, jumlah areal luasan lahan yang menggunakan agens hayati 100 persen menjadi 22 hektare pada lokasi kelompok.

 

Selain itu, terdapat pula 62 hektare yang menerima perlakuan organik dan semi organik, yang terbagi di beberapa lokasi di luar hamparan Sri Trusmi Satu. "Alhamdulillah luas arealnya setiap tahun terus bertambah, dan jumlah produksinya serta pendapatan para petaninya juga terus meningkat," kata Atang, Selasa (21/3/2023).

Atang menyebutkan, pada musim tanam kesatu 2021, jumlah produksi padi mencapai 6,84 ton per hektare. Sedangkan pada musim tanam kedua, meningkat menjadi 7,22 ton per hektare.

Pada 2022 lalu, musim tanam kesatu kembali mengalami peningkatan sebanyak 7,26 ton per hektare. Jumlah itu semakin meningkat pada musim tanam kedua menjadi 7,84 ton per hektare.

"Alhamdulillah dengan agens hayati, menghasilkan padi organik yang jumlahnya semakin banyak dan semakin diminati masyarakat. Ini sangat mendukung peningkatan produksi padi untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu dan menguatkan daerah kita sebagai lumbung padi nasional," kata Atang.

Atas pencapaian tersebut, Kelompok Tani Sri Trusmi Satu juga dinobatkan menjadi Terbaik II Nasional kategori Kelompok Tani Pemberdayaan Petani Dalam Pemasyarakatan Pengendalian Hama Terpadu (P4), yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI pada Februari 2023 lalu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement