Sabtu 18 Mar 2023 06:40 WIB

Volkswagen Investasi di Tambang Untuk Amankan Pasokan Baterai Kendaraan Listrik

Mendapatkan baterai dengan harga wajar menjadi tantangan bagi produsen otomotif.

 Pabrik Volkswagen di  Zwickau, Jerman. Foto ilustrasi.
Foto: EPA-EFE/FILIP SINGER
Pabrik Volkswagen di Zwickau, Jerman. Foto ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID,BERLIN—Produsen otomotif asal Jerman Volkswagen  berencana investasi di sektor pertambangan.  Tujuannya untuk menurunkan biaya sel baterai, memenuhi setengah dari permintaan sendiri, dan menjualnya ke pelanggan pihak ketiga.

Petinggi Volkswagen yang bertanggung jawab atas teknologi Thomas Schmall mengatakan strategi tersebut sejalan dengan tren yang lebih luas untuk dapat  mengontrol lebih besar atas  rantai pasokan bahan baku pembuatan baterai yang secara tradisional diserahkan kepada pihak ketiga, mulai dari pembangkit energi hingga sumber bahan mentah.

Baca Juga

“Karena produsen mobil saat ini bersaing untuk mendapatkan sumber daya langka yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi target elektrifikasi,” kata Thomas Schmall dalam sebuah wawancara sebagaimana dikutip  Reuters, Jumat (17/3/2023).

Produsen mobil terbesar di Eropa itu ingin unit baterainya PowerCo menjadi pemasok baterai global, serta memenuhi separuh permintaannya sendiri dengan pabrik yang sebagian besar berada di Eropa dan Amerika Utara, 

PowerCo akan mulai dengan mengirimkan sel baterai ke Ford untuk 1,2 juta kendaraan yang sedang dibangun pembuat mobil AS di Eropa dengan platform MEB listrik Volkswagen. "Hambatan untuk bahan baku adalah kapasitas penambangan, oleh karena itu kami perlu berinvestasi di tambang secara langsung," katanya.

Volkswagen bermitra dalam kesepakatan pasokan dengan perusahaan pertambangan di Kanada, di mana ia akan membangun pabrik baterai pertamanya di Amerika Utara.

Kemitraan semacam itu yang menjamin keuangan perusahaan karena dapat memangkas waktu pengembangan tambang selama bertahun-tahun untuk perusahaan yang baru masuk ke ke industri pertambangan, kata John Meyer, analis senior di bank investasi butik SP Angel.

Schmall menolak mengomentari lokasi lebih lanjut yang sedang dipertimbangkan atau kapan Volkswagen mungkin berinvestasi langsung di tambang sampai pasar lebih mapan.

"Di masa mendatang, akan ada sejumlah standar baterai terpilih. Melalui volume besar kami dan bisnis penjualan pihak ketiga, kami ingin menjadi salah satu dari standar tersebut," katanya.

Mendapatkan baterai dengan harga yang wajar merupakan tantangan bagi pembuat mobil seperti Volkswagen, Tesla dan Stellantis yang ingin membuat kendaraan listrik (EV) terjangkau.

Hanya Tesla yang menjanjikan lebih banyak investasi untuk produksi baterai daripada Volkswagen, sebuah analisis Reuters menunjukkan - meskipun pembuat EV A.S. itu sedang berjuang untuk meningkatkan produksi dan merekrut pemasok Asia untuk membantu.

Beberapa produsen mobil telah memiliki saham langsung di perusahaan tambang. Tetapi banyak yang telah mencapai kesepakatan dengan produsen untuk sumber litium, nikel, dan kobalt dan meneruskannya ke pemasok baterai mereka.

Mengamankan sumber daya tersebut tepat waktu, dekat dengan lokasi pertambangan, dan dari tempat-tempat di luar China adalah kunci untuk memenangkan perlombaan pasokan baterai untuk mobil listrik, kata Geordie Wilkes dari UCL Institute for Sustainable Resources.

PowerCo, didirikan tahun lalu, menargetkan penjualan tahunan lebih dari 20 miliar euro pada tahun 2030. Ini adalah peta jalan yang ambisius untuk unit yang belum berproduksi dalam skala besar. Produksi akan dimulai pada 2025 di pabrik PowerCo di Salzgitter, Jerman, 2026 di Valencia, Spanyol, dan 2027 di Ontario, Kanada.

Meski begitu, Schmall yakin mereka dapat berkembang dengan cepat - dan harus melakukannya jika ingin membangun EV yang terjangkau, di mana 40  persen biayanya berasal dari baterai.

Volkswagen pada hari Kamis merilis rencana rinci mengembangkan mobil listrik seharga 25.000 euro yang akan dijual di Eropa mulai tahun 2025.

Produsen mobil listrik BYD China, yang juga memproduksi baterai, jauh di depan Volkswagen dalam memproduksi  EV yang terjangkau. BYD China menjual lebih banyak mobil llistrik dari Volkswgen  untuk kedua kalinya dalam empat bulan di China pada Februari lalu.

Separuh staf di Volkswagen's PowerCo adalah veteran industri dari Asia, di mana produsen seperti CATL, LG Chem, dan Samsung SDI mendominasi produksi sel global.

 

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement