Jumat 10 Mar 2023 03:10 WIB

Badan Pangan Minta Bulog dan Penggilingan Padi Perkuat Sinergi

Bapanas meminta Bulog dan usaha penggilingan padi memperkuat sinergi.

Petani merontokkan padi saat musim panen di Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (1/2/2023). Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Perum Bulog dan pelaku usaha penggilingan padi untuk memperkuat sinergi untuk meningkatkan serapan beras pada musim panen raya.
Foto: . ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Petani merontokkan padi saat musim panen di Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (1/2/2023). Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Perum Bulog dan pelaku usaha penggilingan padi untuk memperkuat sinergi untuk meningkatkan serapan beras pada musim panen raya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Perum Bulog dan pelaku usaha penggilingan padi untuk memperkuat sinergi untuk meningkatkan serapan beras pada musim panen raya.

"Dengan menggandeng penggilingan padi kecil dan sedang, selain mendapatkan serapan beras untuk meningkatkan stok cadangan beras pemerintah (CBP), Bulog juga turut mendukung keberlangsungan usaha penggilingan padi tersebut," kata Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Kamis (9/3/2023).

Baca Juga

Arief memastikan kerja sama antara Bulog dan penggilingan padi akan berjalan saling menguntungkan. Bulog siap menyerap hasil panen raya yang berlangsung sampai Mei dengan jumlah besar melalui penugasan penyerapan 2,19 juta ton dengan target pemenuhan 70 persen CBP.

"Bulog sudah kami tugaskan untuk meningkatkan serapan pada panen raya ini. Kerja sama dan transaksi dengan Bulog juga kami jaga agar saling menguntungkan. Kalau penggilingan padi punya beras dengan kualitas dan harganya cocok, Bulog siap langsung serap, cash and carry," ujarnya.

 

Di samping itu, BUMN pangan ini juga telah menyiapkan sejumlah rencana pengadaan yang memungkinkan dilakukan penyerapan dengan berbagai skema, di antaranya skema CBP, fleksibilitas, atau melalui skema komersial.

Arief menjelaskan, saat ini Bulog juga telah membangun Modern Rice Milling Plant (MRMP) di 13 lokasi untuk menambah potensi penyerapan gabah yang diharapkan bisa mendongkrak tingkat serapan Bulog pada tahun ini.

"Presiden (Joko Widodo) menekankan agar semua pihak bersama-sama menjaga harga beras agar stabil karena beras ini adalah salah satu komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga sedang menghitung Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terbaru berdasarkan usulan para stakeholder pangan nasional serta disesuaikan dengan perkembangan harga keekonomian gabah dan beras.

Dengan HPP terbaru tersebut, diharapkan Bulog akan memiliki harga yang baik untuk menyerap sehingga turut berkontribusi menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat petani, pedagang, dan konsumen.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement