Sabtu 11 Feb 2023 03:07 WIB

Menko Marves: Gernas BBI-BBWI Dorong Pertumbuhan Pelaku UMKM

Per akhir Desember 2022, UMKM/IKM yang masuk ke ekosistem digital mencapai 21,4 juta.

Pengunjung melihat sejumlah produk UMKM yang dipajang pada Pasar Kreatif Bandung Store di Trans Studio Mall, Kota Bandung, Selasa (31/1/2023). Pasar Kreatif Bandung Store tersebut memajang produk fesyen, kerajinan tangan dan alas kaki dari 22 UMKM di Kota Bandung sebagai upaya pemulihan ekonomi, serta bentuk promosi untuk mendukung peningkatan produk dalam negeri. (ilustrasi)
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pengunjung melihat sejumlah produk UMKM yang dipajang pada Pasar Kreatif Bandung Store di Trans Studio Mall, Kota Bandung, Selasa (31/1/2023). Pasar Kreatif Bandung Store tersebut memajang produk fesyen, kerajinan tangan dan alas kaki dari 22 UMKM di Kota Bandung sebagai upaya pemulihan ekonomi, serta bentuk promosi untuk mendukung peningkatan produk dalam negeri. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang kemudian disusul Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) selama dua tahun berjalan dinilai mampu mendorong tumbuhnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Peningkatan ini berdasarkan data yang masuk ke ekosistem digital.

Demikian dikatakan Menko Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga bertindak selaku Ketua Nasional Gernas BBI saat kick off rangkaian Gernas BBI dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) 2023 di Provinsi Banten, Jumat (10/2/2023). Banten didapuk menjadi lokasi kick off yang pada 2023 bertajuk "Ayo Geh Belanja dan Jelajah Banten".

"Per akhir Desember 2022, total UMKM atau IKM yang masuk ke ekosistem digital mencapai 21,4 juta unit, atau terjadi peningkatan sebesar 167,5 persen sejak diluncurkan pada 2020. Kita masih perlu mencapai target 30 juta hingga 2024,” ujar Luhut dalam sambutannya.

Hasil positif itu membuat pemerintah kian rajin mengampanyekan Gernas BBI/BBWI di berbagai daerah sebagai salah satu upaya menggerakan roda perekonomian nasional. BBI dicanangkan sebagai gernas oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020, sebagai national branding produk lokal unggulan. 

 

Kemudian, BBWI diluncurkan pada Desember 2022 untuk disinergikan dengan Gernas BBI. Sinergi kedua program ini diharapkan akan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.   

Luhut menyampaikan target BBWI tahun ini adalah 1,2 hingga 1,4 miliar perjalanan wisata nusantara, atau meningkat dua kali lipat dari capaian tahun sebelumnya. Diharapkan langkah ini akan meraup pendapatan di sektor pariwisata senilai Rp 3.281 triliun atau setara 18 persen PDB nominal. 

"Dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke suatu daerah, harapannya permintaan produk atau jasa lokal pun meningkat. Banten punya banyak destinasi wisata unggulan seperti Tanjung Lesung," ujarnya. "Buatlah travel pattern agar destinasi ini semakin menarik. Banten adalah daerah yang potensial untuk mengangkat kearifan lokal menjadi daya tarik warga Jakarta." 

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemenkominfo, Septriana Tangkary, mengatakan pihaknya sebagai GPR pemerintah terus mendukung pelaksanaan program tersebut. Pada 2021 dan 2022  Kemenkominfo sudah menggencarkan informasi di berbagai provinsi di seluruh Indonesia. 

"Mudah-mudahan dengan adanya Gernas Bangga Buatan Indonesia ini, memberikan dampak yang luas sehingga UMKM kecil bisa naik kelas, dan produk Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri" ujar Septriana.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement