Kamis 09 Feb 2023 12:55 WIB

Wamen LHK Alue Dohong Dorong Pengelolaan Sampah Lebih Baik

KLHK lanjutkan beragam program dari hulu ke hilir fokus di pengelolaan sampah terpadu

Pekerja memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (Wamen LHK) berharap, Hari Peduli Sampah Nasional atau HPSN 2023 menjadi koridor utama untuk membangun pengelolaan sampah yang lebih baik. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan rambu-rambu governing procedure yang tepat sebagai suatu negara dan dengan sistem pemerintahan yang ada harus mendukung dan memfasilitasi upaya kolaboratif yang ada.
Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Pekerja memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) berharap, Hari Peduli Sampah Nasional atau HPSN 2023 menjadi koridor utama untuk membangun pengelolaan sampah yang lebih baik. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan rambu-rambu governing procedure yang tepat sebagai suatu negara dan dengan sistem pemerintahan yang ada harus mendukung dan memfasilitasi upaya kolaboratif yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (Wamen LHK) Alue Dohong berharap, Hari Peduli Sampah Nasional atau HPSN 2023 menjadi koridor utama untuk membangun pengelolaan sampah yang lebih baik. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan rambu-rambu governing procedure yang tepat sebagai suatu negara dan dengan sistem pemerintahan yang ada harus mendukung dan memfasilitasi upaya kolaboratif yang ada.

“Keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pengelolaan sampah melalui multi stakeholder perlu kita tingkatkan, karena keberhasilan upaya pengelolaan sampah memerlukan kolaborasi program baik pusat, daerah, dunia usaha dan masyarakat,” ujar Alue Dohong dalam keterangan tulis, Kamis (9/2/2023).

Wamen LHK menyebut, sampah menjadi persoalan yang sangat serius dengan multi dimensi, sehingga pelibatan seluruh komponen masyarakat menjadi penting dan resonansi kepedulian persoalan sampah secara terus menerus sungguh diperlukan. 

Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2023 ini yang bertemakan Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat, KLHK akan melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang berfokus pada peningkatan upaya masif dari hulu ke hilir dengan menitikberatkan pada pengelolaan sampah terpadu untuk mendukung tujuan minim sampah hingga terwujud zero emisi.

 

Sementara Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, menambahkan, tahun ini merupakan momentum HPSN yang kembali dilaksanakan secara offline setelah berakhirnya masa pandemi covid-19.  Tahun ini menjadi tahapan baru dalam kehidupan keseharian setelah melalui masa pandemi yang cukup sulit. 

“Tahun ini juga menjadi momentum untuk melanjutkan upaya-upaya pengelolaan sampah yang telah dilakukan dan memulai tahapan baru yang lebih maju untuk mewujudkan target-target pengelolaan sampah yang telah disepakati, melalui partisipasi aktif semua pihak mulai dari Pemerintah, Pemda, Dunia Usaha, Civil Society Organization (CSO) dan Komunitas Masyarakat hingga tingkat tapak,” katanya. 

Rencana Aksi Pencapaian Zero Waste And Zero Emission

Lebih lanjut Rosa Vivien mengatakan, fenomena perubahan iklim menjadi konsekuensi pemantik utama konsolidasi konsep dan strategi dalam membangun daya dari seluruh pihak yang wajib berkontribusi terhadap implementasi solusi nyata pada pengelolaan sampah. Maka itu, KLHK telah menyusun rencana aksi pencapaian Zero Waste and Zero Emission Indonesia dari subsektor limbah padat domestik (sampah).

Terkait dengan itulah maka kegiatan rantai pengelolaan sampah yang menjadi target utama dalam implementasi perencanaan operasional pengelolaan sampah dan untuk mewujudkan pencapaian target Zero Waste Zero Emission Indonesia 2040, yaitu Peningkatan pengelolaan seluruh TPA di Indonesia untuk  mengimplementasikan metode pengelolaan controlled/sanitary landfill dengan pemanfaatan gas metan pada 2025, tidak ada lagi pembangunan TPA baru mulai 2030 dengan penggunaan TPA eksisting akan dilanjutkan hingga masa operasionalnya berakhir serta landfill mining sudah mulai dilakukan, tidak ada pembakaran liar mulai 2031.

Selain itu lanjut Rosa Vivien, optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah seperti PLTSa, RDF, SRF, biodigester, dan maggot untuk sampah biomass dan diharapkan 2040 operasional TPA diperuntukkan khusus sebagai tempat pembuangan sampah residu, dan penguatan kegiatan pemilahan sampah di sumber dan pemanfaatan sampah sebagai bahan baku daur ulang.

Seiring dengan hal tersebut, Dirjen PSLB3 ini menyampaikan bahwa HPSN Tahun 2023 mengambil tema Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat. Adapun maksud dan tujuan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2023 adalah Memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah, memperkuat partisipasi publik dalam upaya mencapai zero emisi melalui gerakan memilah sampah, memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi.

Selain itu juga membangun rantai nilai pengelolaan sampah di seluruh sektor; serta membangun secara sistematis dan integratif pengurangan sampah dan penurunan emisi dengan kepentingan dan pertimbangan sektor pemukiman, industri, pendidikan dan lain-lain.

"Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, kita melepas Tim Kampanye Bersepeda Jelajah Bersih Negeri yang sekaligus menjadi pembukaan peringatan HSPS 2023," ungkap Vivien.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement