Selasa 31 Jan 2023 18:40 WIB

Mentan Sebut Januari-Maret RI Surplus Beras 3 Juta Ton

Pasokan beras akan terus bertambah karena musim panen telah dimulai.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Pekerja menampung gabah hasil panen di Bantul, Yogyakarta, Senin (16/1/2023). Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyebut, selama periode Januari-Maret 2023 akan terdapat surplus beras sebanyak 3 juta ton.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pekerja menampung gabah hasil panen di Bantul, Yogyakarta, Senin (16/1/2023). Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyebut, selama periode Januari-Maret 2023 akan terdapat surplus beras sebanyak 3 juta ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyebut, selama periode Januari-Maret 2023 akan terdapat surplus beras sebanyak 3 juta ton. Ia menuturkan, pasokan beras nasional masih akan terus bertambah karena musim puncak panen raya baru akan berakhir Juni mendatang.

Syahrul mengatakan, pihaknya telah mencocokan data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS maupun standing crop melalui satelit yang dihimpun oleh Kementan.

Baca Juga

"Kurang lebih ada 17 provinsi hari ini untuk cek dan ricek seluruh Indonesia dan hasilnya oke, alhamdulillah," kata Syahrul usai memantau stok beras melalui Agriculture War Room Kementan, Selasa (31/1/2023).

Ia menegaskan, pemerintah tetap akan mengacu kepada data BPS. Namun, Kementan sebagai lembaga teknis harus memiliki data cadangan yang diambil melalui citra satelit sebagai pembanding. Selanjutnya dilakukan harmonisasi data dan diperoleh data yang lebih valid.

 

Meski dirinya meyakini rusplus beras tersebut, Syahrul menegaskan pemerintah tetap mewaspadai berbagai potensi yang bisa menganggu produksi beras.

"Masalah beras tidak boleh main-main, tapi tolong hargai juga jerih payah semua petani yang ada," katanya.

Ihwal impor beras yang masih berlangsung hingga saat ini, Syahrul enggan berkomentar banyak. Kementan mengikuti kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahaan cadangan pangan. Namun petani sebagai produsen dalam negeri harus tetap mendapatkan perhatian.

"Bahwa ada impor dan itu jadi cadangan ya kita juga tidak boleh terlalu pede juga semua oke. Tapi tentu saja yang paling penting petani harus saya bela dan (hasil panen) dibeli," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement