Jumat 27 Jan 2023 06:10 WIB

Bulog Kendalikan Harga Beras di Solo Melalui Operasi Pasar

Pada OP tersebut, Bulog menjual beras kualitas medium seharga Rp 8.500/kg.

Petugas Bulog mengecek kualitas beras saat inspeksi mendadak (sidak) di gudang Bulog (ilustrasi). Bulog Surakarta berupaya kendalikan harga beras melalui operasi pasar yang dilakukan di sejumlah titik di Kota Solo, Jawa Tengah.
Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Petugas Bulog mengecek kualitas beras saat inspeksi mendadak (sidak) di gudang Bulog (ilustrasi). Bulog Surakarta berupaya kendalikan harga beras melalui operasi pasar yang dilakukan di sejumlah titik di Kota Solo, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Bulog Surakarta berupaya kendalikan harga beras melalui operasi pasar yang dilakukan di sejumlah titik di Kota Solo, Jawa Tengah.

Wakil Pimpinan Cabang Bulog Surakarta Andrew Ramadhan Shahab di sela operasi pasar di Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Kamis (26/1/2023) mengatakan, operasi pasar tersebut merupakan program Operasi Pasar Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.

Baca Juga

"Ada arahan dari pemerintah, dari Badan Pangan Nasional dengan perpanjangan tangan ke kami agar koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di kota-kota untuk melakukan operasi pasar," kata Andrew.

Ia mengatakan pada operasi pasar tersebut, Bulog menjual beras kualitas medium dengan harga Rp 8.500/kg. Harga ini lebih murah dibandingkan dengan harga beras kualitas sama di pasaran.

"Kalau HET (harga eceran terendah) beras medium kan Rp 9.450/kg," kata dia.

Menurut Andrew, pada kegiatan tersebut Bulog Surakarta menyediakan beras sebanyak dua ton hingga tiga ton. Meski demikian, jumlah tersebut akan ditambah jika masih kurang.

Selain beras, beberapa komoditas lain yang juga dijual yakni minyak goreng dan gula pasir. Meski harga lebih murah, tapi tidak ada syarat khusus warga yang bisa membeli komoditas dari Bulog tersebut.

"Tidak ada syarat khusus, kami menyasar ke seluruh masyarakat sebagai operator kami siapkan komoditasnya," kata Andrew.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Pasar Kliwon, Nining, mengatakan membeli beras 10 kg dengan harga Rp 85.000. Ia mengatakan harga tersebut lebih murah dibandingkan di pasaran.

"Selisihnya lumayan, kalau di pasaran per kilogramnya Rp 10 ribu lebih sedikit. Ini nanti saya campur pakai beras kualitas premium, yang harganya Rp 13 ribu/kg, itu nanti sudah enak," kata Nining.

Untuk informasi operasi pasar tersebut diperolehnya dari pegawai Kelurahan Pasar Kliwon. "Saya dapat info dari Kelurahan Pasar Kliwon, kemarin waktu di sana saya nggak keduman (kebagian), ini beli di sini," kata dia.

 

sumber : ANTARA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement