Selasa 24 Jan 2023 13:14 WIB

Pemerintah Upayakan Harga Set Top Box Stabil di Tingkat Ritel

Para pengecer mau meraup keuntungan di tengah tingginya permintaan set top box.

Warga membeli set top box (STB) untuk migrasi dari TV analog ke TV digital di salah satu toko elektronik di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/11/2022). Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Infomatika (Ditjen PPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Geryantika Kurnia mengatakan pemerintah tengah mengupayakan agar harga set top box tetap stabil di tingkat ritel atau pengecer.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga membeli set top box (STB) untuk migrasi dari TV analog ke TV digital di salah satu toko elektronik di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/11/2022). Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Infomatika (Ditjen PPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Geryantika Kurnia mengatakan pemerintah tengah mengupayakan agar harga set top box tetap stabil di tingkat ritel atau pengecer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Infomatika (Ditjen PPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Geryantika Kurnia mengatakan pemerintah tengah mengupayakan agar harga set top box tetap stabil di tingkat ritel atau pengecer.

"Ini sedang kita diskusikan dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan agar harga set top box di ritel itu bisa stabil. Kalau harga pabrikannya Rp 150 ribu, ya Rp 150 ribu juga sampai ritelnya, atau minimal naik ya 10 persen. Itu sedang dibicarakan," ujar Geryantika dalam webinar, Senin malam (23/1/2023).

Baca Juga

Geryantika mengakui saat ini terjadi kenaikan harga set top box di level ritel atau pengecer. Menurut dia, hal itu terjadi lantaran para pengecer berupaya meraup keuntungan di tengah tingginya permintaan. Untuk itu, pemerintah saat ini tengah berupaya mencari jalan keluar agar harga set top box di ritel bisa tetap stabil sehingga masyarakat tidak terbebani untuk membeli perangkat tersebut.

Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat terhadap set top box merupakan bagian dari proses transisi dari siaran tv analog ke digital. Dia memperkirakan kebutuhan masyarakat terhadap perangkat set top box tidak akan berlangsung lama. Nantinya, kata dia, lambat laun masyarakat akan lebih memilih untuk beralih menggunakan perangkat TV digital, alih-alih bertahan dengan set top box.

"Sebenarnya set top box ini kan transisi, paling satu tahun atau dua tahun setelah itu set top box hilang. Yang muncul adalah masyarakat beralih membeli tv (digital)," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Regulasi Pemerintah Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) Joegianto mengatakan, harga set top box yang dijual oleh pabrikan saat ini berkisar di harga Rp 230 ribu hingga Rp 250 ribu.

Namun, dia mengakui, ketika perangkat tersebut sudah masuk ke ritel, harganya melonjak naik. Dia menilai, hal itu terjadi karena para pedagang tidak ingin melewatkan kesempatan untuk meraup lebih banyak keuntungan di tengah tingginya permintaan.

"Karena kesempatan ini tidak akan datang dua kali. Jadi kalau toko merasa permintaannya lebih tinggi daripada stok yang dia punya, ya naikin saja, nanti kan juga dibeli," kata dia.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement