Jumat 13 Jan 2023 08:58 WIB

Pembangunan LRT Jabodebek Capai 88 Persen, Kapan Beroperasi?

LRT Jabodebek menerapkan sistem cashless menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE).

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Lida Puspaningtyas
Rangkaian kereta LRT melintas di kawasan Rawamangun, Jakarta, Selasa (1/11/2022). PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan pada tahun 2023 tidak akan ada pembangunan lanjutan dari LRT Jakarta fase 2 rute Jakarta Internasional Stadium (JIS). Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Rangkaian kereta LRT melintas di kawasan Rawamangun, Jakarta, Selasa (1/11/2022). PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan pada tahun 2023 tidak akan ada pembangunan lanjutan dari LRT Jakarta fase 2 rute Jakarta Internasional Stadium (JIS). Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembangunan proyek Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek masih terus dikebut untuk mencapai target operasi. Manager Public Relation LRT Jabodebek, Kuswardojo mengatakan pembangunan terus dilakukan dengan target dapat melayani penumpang pada pertengahan 2023.

"Dengan progres pembangunan per Januari 2023 mencapai 88,38 persen, LRT Jabodebek ditargetkan dapat beroperasi pada Juli 2023," kata Kuswardojo dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (13/1/2023).

Baca Juga

Kuswardojo memastikan, saat ini KAI bersama pihak-pihak terkait terus mempersiapkan berbagai aspek. Hal tersebut dilakukan agar LRT Jabodebek dapat beroperasi sesuai target yang direncanakan.

Dia menambahkan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI juga saat ini tengah menyiapkan kelengkapan Depo LRT Jabodebek. Depo ini berfungsi untuk menyimpan, memeriksa, merawat, serta memperbaiki sarana dan komponen pendukung LRT Jabodebek.

Selain itu juga tengah disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal untuk dapat mewujudkan keselamatan dan kelancaran operasional LRT Jabodebek. Nantinya, LRT Jabodebek akan dioperasikan menggunakan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) level 3.

CBTC merupakan sistem pengoperasian kereta berbasis komunikasi. Dengan begitu sistem dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal secara otomatis dari pusat kendali operasi serta tanpa masinis.

"Walau tanpa masinis, perjalanan LRT Jabodebek tetap tedapat petugas yang disebut Train Attendant untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan dan jika dibutuhkan untuk penanganan dalam kondisi darurat," jelas Kuswardojo.

Dalam operasionalnya layanan penggunajasanya, LRT Jabodebek menerapkan sistem cashless menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) transportasi yang sudah ada. Pembayaran dapat menggunakan KMT, kartu uang elektronik, dan dompet digital atau e-wallet.

"KAI juga menyiapkan petugas pengawas stasiun, petugas loket, passanger service, cleaning service, petugas kesehatan dan security untuk mengoptimalkan pelayanan pada pelanggan di semua  stasiun LRT Jabodebek," tutur Kuswardojo.

LRT Jabodebek akan melayani masyarakat dengan menghadirkan 18 stasiun. Semua stasiun tersebut yakni Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jati Mulya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement