Kamis 12 Jan 2023 09:10 WIB

Dibuka Menguat, IHSG Naik Lagi Mendekati Level Psikologis 6.600

Kemarin, IHSG berakhir terkoreksi 0,57 persen ke level 6.584,45

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Lida Puspaningtyas
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/11/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 37,2 poin atau 0,53 persen ke level 7.082,181 pada penutupan perdagangan akhir pekan.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/11/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 37,2 poin atau 0,53 persen ke level 7.082,181 pada penutupan perdagangan akhir pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona positif pada perdagangan hari ini, Kamis (12/1/2023). IHSG naik tipis 0,13 persen ke level 6.592,80 mendekati lebel psikologis 6.600.

Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, IHSG berakhir terkoreksi 0,57 persen ke level 6.584,45. Bursa regional Asia Pasifik mencatat pergerakan yang variatif, menanti rilis data inflasi AS untuk Desember 2022 pada hari ini.

Baca Juga

Nikkei dan Hang Seng naik cukup signifikan, sementara IHSG dan TSEC Weighted Index melemah. Di sisi lain, bursa Eropa juga mencatat penguatan.

Dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat cukup signifikan sebesar 0,80 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang naik 1,28 persen, sementara indeks Nasdaq naik lebih tinggi sebesar 1,76 persen.

"Investor semakin yakin inflasi yang rilis pada hari ini akan menunjukkan penurunan dan memberi sinyal kepada the Fed bahwa kenaikan suku bunga yang telah dilakukan sebelumnya memiliki efek yang diharapkan," kata Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar.

Inflasi di Amerika Serikat pada Desember 2022 diperkirakan mencapai 6,5 persen YoY, turun dari bulan sebelumnya yang sebesar 7,1 persen YoY. Sementara inflasi Australia pada November 2022 sebesar 7,3 persen YoY, naik dibandingkan bulan sebelumnya, yang menjadi tanda tekanan inflasi belum mereda.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk diperdagangkan hari ini:

1.    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Resist: 4.430, 4.500, 4.550, 4.640.

Support: 4.360, 4.310, 4.260, 4.200.

Rekomendasi: AKUMULASI BUY target 4.500,4.640 stop loss di bawah 4.250.

2.    PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

Resist: 3.210, 3.280, 3.260, 3.480.

Support: 3.080, 2.980, 2.890, 2.750.

Rekomendasi: BUY IF BREAK 3.180 target 3.250, 3.360 stop loss di bawah 3.080.

3.    PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Resist: 2.100, 2.150, 2.210, 2.270.

Support: 2.050, 2.000, 1.960, 1.925.

Rekomendasi: BUY IF BREAK 2.070 target 2.100, 2.150 stop loss di bawah 2.000..

4.    PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Resist: 1.305, 1.345, 1.390, 1.435.

Support: 1.240, 1.200, 1.150, 1.110.

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target 1.305, 1.350 stop loss di bawah 1.190.

5.    PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Resist: 6.725, 6.800, 6.925, 7.000.

Support: 6.600, 6.475, 6.350, 6.200.

Rekomendasi: BUY di atas 6.675 target 6.750, 6.800 stop loss di bawah 6.475.

6.    PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

Resist: 1.500, 1.525, 1.560, 1.635.

Support: 1.470, 1.445, 1.410, 1.335.

Rekomendasi: BUY 1.475-1.480 target 1.525, 1.550 stop loss di bawah 1.400.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement