Selasa 20 Dec 2022 23:36 WIB

Aplikasi Digital Bantu Para Pelaku UMKM

Indonesia punya 64,2 juta UMKM yang tumbuh dan butuh aplikasi digital agar berkembang

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Gita Amanda
Perajin melihat stok kerajinan aksesori koginsashi miliknya pada aplikasi jual beli, (ilustrasi).
Foto: ANTARAAsprilla Dwi Adha
Perajin melihat stok kerajinan aksesori koginsashi miliknya pada aplikasi jual beli, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menggelar Closing Event and Intimate Gathering bagi Founder Startup Finalis Entrepreneur Financial Fiesta (EFF) 2022 di Jakarta. Kegiatan itu digelar setelah setahun penuh melakukan coaching.

Dalam gelaran EFF 2022, terdapat 10 finalis startup yakni Kukerja, Inspigo, Byru, Nectico, Bangbeli, Bengkel Mania, Automa, AturKuliner, Surplus, dan DotX, serta 2 special startup yakni Accesive.id dan Hear Me dengan 42 venture capital partners dan 115 matchmaking. Pada EFF ini, dua startup yakni Surplus dan Bengkel Mania mendapatkan early stage fund.

Baca Juga

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, keberadaan aplikasi digital akan sangat membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah untuk menjalankan bisnisnya. "Harus diakui wilayah bisnis UMKM besar dan membutuhkan bantuan aplikasi digital untuk akses pembiayaan, sumber daya manusia yang terampil, suku cadang, dan lainnya. Kita memiliki 64,2 juta UMKM yang tumbuh dan butuh aplikasi digital untuk tumbuh dan berkembang," jelas dia.

Ia menegaskan, kegiatan EFF ini harus dilaksanakan setiap tahun dan perlu dikembangkan lebih jauh. Selain itu, menurutnya ke depan pemerintah juga perlu mempresentasikan permasalahan yang dialami oleh UMKM agar dapat diatasi oleh para pengembang startup.

"Lain kali mungkin kita juga akan presentasi problem UMKM dan kesempatan bisnisnya. Alasannya karena masih banyak yang belum terselesaikan," tuturnya.

Pada tempat sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop Siti Azizah menambahkan, EFF 2022 menjadi solusi alternatif bagi startup untuk mendapatkan akses pendanaan dan pengembangan bisnis. "Matchmaking yang telah dilaksanakan diharapkan dapat menjadi peluang bagi startup untuk membuka akses pendanaan yang dibutuhkan serta relasi bagi para founders untuk berbagi pengalaman berbisnis," jelas dia.

Siti Azizah berharap, EFF selanjutnya dapat menjaring startup dari lebih beragam sektor dan berbagai wilayah di Indonesia, serta memberikan lebih banyak akses pendanaan untuk pertumbuhan bisnis modelnya. Sementara, Coach EFF 2022 Italo Gani menegaskan, EFF merupakan wadah yang menarik karena startup-nya dibutuhkan oleh pelaku UMKM dan berbeda dengan program lainnya.

Fokus dari gelaran ini juga dalam upaya empowering UMKM. "Ini seharusnya menjadi wadah menarik karena dibutuhkan dan berbeda dengan program lainnya. Program ini juga bermanfaat bagi founder startup karena mereka punya bekal untuk bertemu venture capital," ujar Italo Gani.

"Program ini berjalan cukup lama. Kita pilih 10 startup dan 2 spesial startup. Dari awal sampai one to one meeting with venture capital. Kami berhasil menggaet 42 venture capital dan kebanyakan dari luar negeri. Jadi ini juga empower investor asing ke Indonesia," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement