Sabtu 26 Nov 2022 09:37 WIB

Mentan Syahrul Ajak Mahasiswa Perkuat Pertanian Nasional

Pertanian di Kalimantan sangatlah penting karena nantinya dapat menunjang ekonomi IKN

Rep: dedy darmawan nasution/ Red: Hiru Muhammad
 Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM)di Kalimantan Selatan untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis global.     Tampak Mentan Syahrul Yasin Limpo berbicara pada konferensi pers bersama selama pertemuan tahunan 2022 Dana Moneter Internasional dan Kelompok Bank Dunia, Selasa, 11 Oktober 2022, di Washington.
Foto: AP/Patrick Semansky
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM)di Kalimantan Selatan untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis global. Tampak Mentan Syahrul Yasin Limpo berbicara pada konferensi pers bersama selama pertemuan tahunan 2022 Dana Moneter Internasional dan Kelompok Bank Dunia, Selasa, 11 Oktober 2022, di Washington.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM)di Kalimantan Selatan untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis global. Ia menuturkan, pertanian adalah sektor yang paling siap dalam memperkuat ekonomi bangsa jika dibandingkan dengan sektor lainya.

"Saya selalu bilang pertanian itu adalah kehidupan kita, pertanian itu didepan mata. Dan, modal yang paling siap dalam memperbaiki bangsa dan negara hanya sektor pertania," ujar Syahrul dalam keterangan resminya, Jumat (26/11/2022).

Baca Juga

Syahrul mengatakan, mahasiswa merupakan aset bangsa sekaligus agen perubahan yang berada di garda terdepan dalam mengembangkan sektor pertanian Indonesia. Terlebih, sektor pertanian selama tiga tahun ini sudah memiliki modal yang cukup bagus karena mampu menjadi penopang ekonomi disaat pandemi.

"Maka dari itu pertanian menjadi sangat penting khususnya bagi anak-anak milenial dan anak-anak mahasiswa. Kenapa demikian? karena selama 2 tahun ini yang membantali ekonomi Indonesia adalah pertanian, disaat covid, ekonomi dunia melemah termasuk Indonesia dan yang lain merah, ternyata yang tumbuh positif juga hanya sektor pertanian," katanya.

Karena itu, Syahrul menjelaskan, pembangunan SDM dan pelatihan petani milenial adalah tugas bersama termasuk tigas para pendidik dan juga para rektor di seluruh Indonesia. Pertanian harus dimulai dari agenda intelektual dan konsep yang jelas untuk meningkatkan produktivitas.

"Hari ini, besok dan ke depan tugas pak rektor memang tidak sedikit dan harus dimulai dengan perubahan agenda intelektual. Anak-anaku yang masih muda, menjadi petani itu bukan menjadi orang miskin, tetapi menjadi petani itu menjadikan dunia tidak miskin dan mahasiswa harus jauh lebih hebat dari petani biasa," katanya.

Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri menyampaikan pertanian di Kalimantan sangatlah penting karena nantinya dapat menunjang ekonomi di kawasan ibukota nusantara.

"Tentu kami sampaikan terimakasih dan kami punya harapan besar bahwa beberapa pengembangan dan aset yang dimiliki ULM dapat digarap maksimal. Sejauh ini kami memiliki lahan hutan pendidikan dengan luas 1.627 hektar yang bisa dikembangkan bersama. Apalagi Ibu Kota Nusantara ada di tengah-tengah kita," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement