Jumat 28 Oct 2022 22:44 WIB

Mitra10 Bukukan Laba Bersih Melonjak Rp 113 Miliar pada Semester I 2022

Peningkatan laba Mitra10 sejalan dengan raihan pendapatan sebesar Rp 7,42 triliun

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Suasana superstore Mitra10 di Riau, Pekanbaru. PT Catur Sentosa Adiprana Tbk membukukan laba bersih komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 113 miliar pada Juni 2022. Adapun realisasi ini meningkat 42 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 79 miliar.
Foto: Dok. CSAP
Suasana superstore Mitra10 di Riau, Pekanbaru. PT Catur Sentosa Adiprana Tbk membukukan laba bersih komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 113 miliar pada Juni 2022. Adapun realisasi ini meningkat 42 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 79 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Catur Sentosa Adiprana Tbk membukukan laba bersih komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 113 miliar pada Juni 2022. Adapun realisasi ini meningkat 42 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 79 miliar.

Sekretaris Perusahaan Catur Sentosa Adiprana Idrus Widjajakusuma mengatakan pertumbuhan bottom line tersebut tidak lepas dari strategi yang dilakukan perusahaan. 

“Strategi tersebut merupakan strategi ekspansi secara agresif khusus segmen ritel modern, penguatan jaringan segmen distribusi, serta penambahan produk/prinsipal baru,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (28/10/2022).

Menurutnya peningkatan laba sejalan dengan raihan pendapatan sebesar Rp 7,42 triliun atau tumbuh 10,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,73 triliun. Kemudian laba kotor sebesar Rp 1,23 triliun atau meningkat 11 persen dari Rp 1,1 triliun. EBITDA sebesar Rp 432 miliar atau naik 32 persen dari Rp 330 miliar.

 

“Strategi itu berdampak positif meningkatkan pendapatan serta net margin. Perusahaan optimistis terhadap prospek dan kinerja hingga akhir 2022 yang masih dalam tren positif,” ucapnya.

Dari segi ekspansi, perusahaan telah merampungkan target ekspansi empat toko baru Mitra10 sepanjang 2022. Hal itu seiring peresmian superstore Mitra10 ke-45 di Antasari, Lampung.

Sementara itu Direktur Utama Mitra10, Andy Totong menambahkan, Lampung memiliki dua superstore bahan bangunan Mitra10, yakni di Rajabasa dan Antasari. Adapun perusahaan menargetkan 100 toko Mitra10 pada 2023.

“Pemilihan Lampung tak lepas dari sektor properti yang terus berkembang di kota tersebut. Kehadiran Mitra10 selain akan memperkuat pasar di daerah Lampung dan sekitarnya, juga diharapkan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Lampung,” ucapnya.

Menurutnya strategi ekspansi yang agresif, saat ini Mitra10 menjadi jejaring ritel bahan bangunan terbesar di Indonesia. Mitra10 memiliki 45 toko yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. 

Andy menjelaskan Mitra10 Antasari menempati lahan seluas total 10.000 meter persegi dengan luas bangunan 12.000 meter persegi yang terdiri atas area penjualan (selling area) 3.300 meter persegi. Superstore ini menawarkan 50.000 jenis barang (stock keeping unit/ SKU), serta area gudang seluas 3.000 meter persegi. Ditambah, Atria yang berada dalam kawasan superstore tersebut.

Atria adalah segmen ritel modern Catur Sentosa selain Mitra10, yang menawarkan retail furniture dan mattress. Atria dikelola oleh PT Catur Sentosa Berhasil yang 99 persen sahamnya dikuasai Catur Sentosa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement