Selasa 11 Oct 2022 09:46 WIB

IHSG Kembali Rawan Profit Taking, Intip Rekomendasi Saham Blue Chip Hari Ini

IHSG berpotensi melemah hari ini dan berpeluang profit taking dan rebound

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melemah pada perdagagan Selasa (11/10). Pagi ini, IHSG kembali dibuka turun hingga ke level 6.960,43. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup dilevel 6.994,39. BNI Sekuritas memproyeksi IHSG masih berpeluang mengalami aksi ambil untung atau profit taking dan terbatas untuk rebound. Kondisi ini bisa terjadi selama IHSG berada di atas 6.925 dan Candle Hammer.
Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melemah pada perdagagan Selasa (11/10). Pagi ini, IHSG kembali dibuka turun hingga ke level 6.960,43. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup dilevel 6.994,39. BNI Sekuritas memproyeksi IHSG masih berpeluang mengalami aksi ambil untung atau profit taking dan terbatas untuk rebound. Kondisi ini bisa terjadi selama IHSG berada di atas 6.925 dan Candle Hammer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melemah pada perdagagan Selasa (11/10). Pagi ini, IHSG kembali dibuka turun hingga ke level 6.960,43. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup dilevel 6.994,39.

BNI Sekuritas memproyeksi IHSG masih berpeluang mengalami aksi ambil untung atau profit taking dan terbatas untuk rebound. Kondisi ini bisa terjadi selama IHSG berada di atas 6.925 dan Candle Hammer. 

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan IHSG masih berada dalam trend Bearish selama di bawah 7.148. Sementara IHSG ditutup di bawah 5 day MA (7.046). 

Indikator MACD netral, Stochastic rebound dari oversold, bertahan di atas support line, candle hammer. Menurut Andri, selama di atas support 6.925, IHSG masih berpeluang rebound, dengan target 7.026/7.082. Jika gagal, IHSG rawan menuju level 6.902, 6.856. 

 

“Level Resistance pada perdagangan Selasa (11/10) berada di level 7.000, 7.052, 7.094, 7.135 dengan level support 6.968, 6.925, 6.902, 6.856. Adapun perkiraan range pada hari ini di level 6.930 - 7.050,” tulis Andri dalam riset, Selasa (11/10).

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, bursa regional Asia Pasifik kembali melemah kemarin. Penurunan yang dalam dicatat oleh Hang Seng dan Shenzen Index yang masing-masing terkoreksi 2,95 persen dan 2,38 persen. 

Sementara ideks Dow Jones Industrial Average juga ditutup melemah 0,32 persen. Begitu juga S&P 500 yang turun 0,75 persen. Nasdaq terkoreksi lebih dalam sebesar 1,04 persen dengan saham-saham teknologi mengalami koreksi. 

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan kontrol ekspor baru yang membatasi perusahaan AS yang menjual semikonduktor komputasi canggih dan peralatan manufaktur terkait ke China. 

Nasdaq mencapai titik terendah dalam dua tahun terakhir. Investor juga menunggu data inflasi AS yang akan rilis pada minggu ini. Hari ini, Inggris akan mengumumkan data tingkat pengangguran.

Di tengah proyeksi pelemahan IHSG, BNI Sekuritas melihat beberapa saham layak untuk dikoleksi.

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Resistance :  Rp 4.410, Rp 4.460, Rp 4.500, Rp 4.570. 

Support: Rp 4.340, Rp 4.300, Rp 4.250, Rp 4.190. 

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 4.460, Rp 4.510.Stop loss di bawah Rp 4.300.

2. PT Astra International Tbk (ASII)

Resistance : Rp 6.575, Rp 6.650, Rp 6.875, Rp 7.000. 

Support: Rp 6.450, Rp 6.375, Rp 6.250, Rp 6.175.

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 6.600, Rp 6.750. Stop loss di bawah Rp 6.250.

3. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)

Resistance : Rp 965, Rp 990, Rp 1.050, Rp 1.090. 

Support: Rp 940, Rp 920, Rp 900, Rp 875. 

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp 965,  target Rp 990, Rp 1.045. Stop loss di bawah Rp 915

4. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Resistance : Rp 1.850, Rp 1.885, Rp 1.925, Rp 1.975. 

Support: Rp 1.795, Rp 1.755, Rp 1.710, Rp 1.655. 

Rekomendasi: AKUMULASI BUY target Rp 1.885, Rp 1.900. Stop loss di bawah Rp 1.755.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement