Selasa 04 Oct 2022 09:58 WIB

4 Saham yang Diprediksi Cuan Saat IHSG Dibuka Melonjak Hari Ini

BNI Sekuritas sebut saham BMRI hingga ASII jadi rekomendasi hari ini

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/10). IHSG naik ke posisi 7.009,83 dan terus melonjak hingga lebih dari satu persen ke level 7.089,34. BNI Sekuritas mengatakan IHSG memiliki peluang untuk rebound pada perdagangan hari ini.
Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/10). IHSG naik ke posisi 7.009,83 dan terus melonjak hingga lebih dari satu persen ke level 7.089,34. BNI Sekuritas mengatakan IHSG memiliki peluang untuk rebound pada perdagangan hari ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/10). IHSG naik ke posisi 7.009,83 dan terus melonjak hingga lebih dari satu persen ke level 7.089,34.

BNI Sekuritas mengatakan IHSG memiliki peluang untuk rebound pada perdagangan hari ini. Potensi rebound terjadi selama indikator teknikal bertahan di atas 200 Day MA, candle inverted hammer, di tengah kondisi oversold

IHSG berada dalam tren bearish, selama berada di bawah 7.148. Sementara itu, IHSG ditutup di bawah 5 day MA (7.055). Secara teknikal, indikator MACD netral, stochastic oversold, bertahan di atas 6.927 (200 day MA), candle inverted doji. 

Level resistance hari ini (4/10) berada di 7.055, 7.078, 7.135, 7.179, support di 6.997, 6.968, 6.925, 6.866. Perkiraan range pada perdagangan hari ini di level 6.960 - 7.070,” terang Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar dalam riset, Selasa (4/10)

Sebagai gambaran, IHSG ditutup melemah 0,44 persen ke level 7.009,718 pada perdagangan Senin (3/10). Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 28,73 miliar di pasar reguler.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, bursa regional Asia Pasifik sebagian besar mengalami koreksi pada perdagangan kemarin di tengah kenaikan harga minyak. OPEC kemungkinan akan menurunkan pasokan minyak dunia. 

Di antara bursa yang mencatat penurunan signifikan adalah Hang Seng dan STI Index, yang masing-masing terkoreksi 0,83 persen dan 0,74 persen. Sementara itu indeks Nikkei menguat 1,07 persen. 

Indonesia melaporkan inflasi bulan September 2022 sebesar 5,95 persen secara year-on-year (YoY). Angka ini sedikit di bawah ekspektasi, namun naik signifikan dibandingkan 4,69 persen YoY pada Agustus 2022.

Dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat signifikan 2,66 persen. Begitu juga dengan S&P 500 yang naik 2,59 persen, sementara indeks Nasdaq menguat 2,27 persen. 

Imbal hasil (yield) treasury 10 tahun AS turun ke level 3,65 persen setelah sempat menyentuh 4 persen pekan lalu. Bursa Eropa juga mencatat penguatan dengan saham sektor minyak dan gas mengalami kenaikan.

Di tengah proyeksi kenaikan ini, BNI Sekuritas merekomendasikan secara teknikal sejumlah saham yang bisa menjadi pilihan investor hari ini. 

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Resistance : Rp 9.375, Rp 9.450, Rp 9.600, Rp 9.725.

Support: Rp 9.225, Rp 9.025, Rp 8.950, Rp 8.800. 

Rekomendasi: TRADING BUY target Rp 9.425, Rp 9.600. Stop loss di bawah Rp 9.000.

2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Resistance : Rp 955, Rp 990, Rp 1.040, Rp 1.090. 

Support: Rp 905, Rp 865, Rp 840, Rp 815. 

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp 930, target Rp 955, Rp 990. Stop loss di bawah Rp 895.

3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Resistance : Rp 795, Rp 815, Rp 845, Rp 875. 

Support: Rp 765, Rp 750, Rp 725, Rp 700. 

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 815, Rp 840. Stop loss di bawah Rp 750.

4. PT Astra International Tbk (ASII)

Resistance : Rp 6.700, Rp 6.775, Rp 6.950, Rp 7.150. 

Support: Rp 6.550, Rp 6.450, Rp 6.300, Rp 6.100.

Rekomendasi: BUY Rp 6.525- Rp 6.600, target Rp 6.750, Rp 6.850. Stop loss di bawah Rp 6.300.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement