Rabu 28 Sep 2022 09:44 WIB

IHSG Berpeluang Menguat, Tiga Saham Ini Diproyeksi Bullish

Philip Sekuritas meyakini tiga saham ini menguat secara teknikal menguat.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (28/9). IHSG melemah ke level 7.112,40, melanjutkan penurunannya setelah tiga hari beruntun ditutup terkoreksi. Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan indeks saham di Asia pagi ini dibuka beragam dengan kecenderungan turun setelah indeks saham utama di Wall Street berakhir beragam dengan S&P 500 di tutup pada level terendah terbaru di tahun 2022 dan DJIA semakin dalam memasuki teritori Bear market.
Foto: Prayogi/Republika.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (28/9). IHSG melemah ke level 7.112,40, melanjutkan penurunannya setelah tiga hari beruntun ditutup terkoreksi. Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan indeks saham di Asia pagi ini dibuka beragam dengan kecenderungan turun setelah indeks saham utama di Wall Street berakhir beragam dengan S&P 500 di tutup pada level terendah terbaru di tahun 2022 dan DJIA semakin dalam memasuki teritori Bear market.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (28/9). IHSG melemah ke level 7.112,40, melanjutkan penurunannya setelah tiga hari beruntun ditutup terkoreksi. 

Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan, indeks saham di Asia pagi ini dibuka beragam dengan kecenderungan turun setelah indeks saham utama di Wall Street berakhir beragam dengan S&P 500 di tutup pada level terendah terbaru di tahun 2022 dan DJIA semakin dalam memasuki teritori Bear market.

"Investor disibukkan oleh komentar dari sejumlah pejabat bank sentral AS, Federal Reserve yang mempertegas kebulatan hati mereka dalam menjinakkan inflasi melalui kebijakan moneter yang kebih ketat meskipun harus dibayar dengan risiko terjadinya resesi," kata Phillip Sekuritas Indonesia, Rabu (28/9/2022). 

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) masih terus bergerak naik dengan yield surat utang Pemerinath AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun naik 9 bps menjadi 3,97 persen, semakin mendekati 4 persen yang terakhir kali disentuh pada tahun 2008.

Dollar Index berada di sekitar level tertingginya karena investor mencari rasa aman di tengah kekhawatiran mengenai resesi ekonomi global. Kuatnya permintaan atas dolar AS juga merefleksikan investor mempersiapkan diri menghadapi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi.

Sentimen pasar juga di pengaruhi ketegangan di Eropa. Kebocoran jalur pipa gas antara Rusia dan Eropa Barat di sebut sebagai aksi sabotase oleh pejabat AS dan Jerman sehingga menimbulkan friksi dengan rezim Vladimir Putin.

Dari sisi makroekonomi, investor mencerna rilis data pasar perumahan AS. Penjualan Rumah Baru (New Home Sales) meroket 28,8 persen M/M di bulan Agustus menjadi 685 ribu, kenaikan terbesar sejak Juni 2020.

Indeks Harga Rumah (House Price Index) yang dirilis oleh Federal Housing Finance Agency (FHFA) memperlihatkan rata-rata harga rumah yang KPR-nya dijamin oleh lembaga milik Pemerintah AS (Fannie Mae dan Freddie Mac) turun 0,6 persen MoM (+13,9 persen YoY) di bulan Juli. Ini adalah penurunan pertama sejak bulan Mei 2020 ketika ekonomi AS mengalami Lockdown akibat penularan COVID-19.

Penurunan harga rumah juga dikonfirmasi oleh data S&P CoreLogic Case-Shiller Home Price Index  yang memperlihatkan bahwa harga rumah di 20 kota besar turun 0,8 persen MoM (+16,1 persen YoY) di bulan Juli. Ini adalah penurunan pertama sejak 2019.

Phillip Sekuritas Indonesia memproyeksi IHSG berpeluang menguat pada perdagangan hari ini. Beberapa saham pun direkomendasikan menguat secara teknikal. 

CTRA

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 1015

Target Price 1     : 1070

Target Price 2     : 1100

Stop Loss          : 960

PGAS

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 1750

Target Price 1     : 1820

Target Price 2     : 1860

Stop Loss          : 1680

TBIG

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bearish

Trade Buy          : 2870

Target Price 1     : 3000

Target Price 2     : 3090

Stop Loss          : 2740

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement