Selasa 06 Sep 2022 13:33 WIB

Pasokan Energi Aman, Masyarakat Nyaman

Kerja sama untuk memperkuat pasokan batu bara untuk PLN diperlukan.

Penandatanganan kontrak kerja sama antara MHU dan PTIP untuk memperkuat pasokan energi untuk PLN.
Foto: dok MHU
Penandatanganan kontrak kerja sama antara MHU dan PTIP untuk memperkuat pasokan energi untuk PLN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Untuk mendukung ketahanan energi dan listrik nasional, khususnya wilayah Jawa dan Bali agar masyarakat bisa merasa tenang, tenteram dan nyaman, sejumlah pihak menjalin kerja sama untuk memperkuat pasokan energi.

Hal tersebut diwujudkan dengan penandatangan kontrak antara Direktur PT Multi Harapan Utama (MHU) Margareta dan Direktur Utama PT Indonesia Power (PTIP) Ahsin Sidqi di Kantor PTIP Jakarta.

“Kerja sama jangka panjang ini merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen kami dalam memenuhi Domestic Market Obligation (DMO) kepada PLN dan anak usaha sebagai mitra strategis jangka panjang penyediaan energi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia” kata Head of Corporate Communication and Projects Adri Martowardojo dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (6/9). 

Adri menambahkan bahwa kerja sama antara MHU dengan PTIP ini adalah hasil dari hubungan yang terjalin dengan baik selama ini. Selain itu kerja sama tersebut juga merupakan langkah MHU dan PTIP dalam memperkuat pasokan batu bara untuk PLN dan anak usahanya. Kontrak ini ditandatangani berdasarkan surat keputusan penunjukan PTIP pada tanggal 31 Agustus 2022. 

 

Sebelumnya, MHU yang merupakan bagian dari MMS Group Indonesia telah menjadi pemasok batu bara terpercaya kepada PTIP untuk PLTU Suralaya 1-7. Pemberian kontrak jangka panjang (lima tahun dengan hak tiga kali perpanjangan) ini merupakan bentuk kepercayaan PTIP kepada MHU atas komitmennya dalam memenuhi kebutuhan salah satu PLTU terbesar di Indonesia itu. Batu bara yang disuplai memiliki kualitas kalori (CGV) (kCal/Kg AR) 4.800-4.600 dengan volume sebanyak 1 juta MT/tahun.

Pada tahun 2021, total produksi MHU tercatat 13,8 juta ton/tahun, meningkat 25 persen dibandingkan tahun 2020. Saat ini MHU merupakan salah satu produsen batu bara dengan kenaikan produksi yang signifikan dalam tiga tahun terakhir, dengan tujuan penjualan batu bara mencapai ke 14 negara. 

Salah satu cara untuk mengamankan pasokan batu bara ke depannya adalah dengan memberikan kontrak jangka panjang kepada perusahaan yang telah terbukti memenuhi komitmennya selama ini. ''Kontrak ini merupakan langkah strategis bagi PTIP dalam menjaga kehandalan dan ketersediaan listrik dan energi nasional” ujar Direktur Utama PTIP Ahsin Sidqi.

sumber : siaran pers
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement