Kamis 01 Sep 2022 15:31 WIB

BPS Catat 477 Ribu Kunjungan Wisman Selama Juli, Tertinggi Sejak Awal Pandemi

Wisman yang datang ke Indonesia paling banyak masuk melalui pintu Bandara Ngurah Rai.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
Wisatawan asing tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali, 7 Maret 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama Juli 2022 tembus 477 ribu kunjungan.
Foto: EPA-EFE/MADE NAGI
Wisatawan asing tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali, 7 Maret 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama Juli 2022 tembus 477 ribu kunjungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama Juli 2022 tembus 477 ribu kunjungan. Kepala BPS, Margo Yuwono, menyatakan, jumlah kunjungan itu merupakan yang tertinggi sejak awal pandemi pada 2020 lalu.

"Ini kabar gembira, ini penting karena wisatawan memberikan efek yang besar dalam perekonomian," kata Margo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Baca Juga

Margo menyampaikan, kunjungan wisman sepanjang Juli 2022 sebanyak 477 ribu kunjungan tercatat naik 38,08 persen dibandingkan Juni 2022. Adapun bila dibandingkan Juli 2021, kunjungan wisman kali ini melonjak 6.396 persen.

Lebih lanjut, BPS mencatat, wisman yang datang ke Indonesia paling banyak masuk melalui pintu Bandara Ngurah Rai di Bali sebanyak 246.442 ribu kunjungan. "Melalui Bandara Soekarno-Hatta masuk 119.179 kunjungan dan di Batam sebanyak 56.610 kunjungan," ujar dia.

Adapun menurut kebangsaan, mayoritas wisman yang masuk ke Indonesia sepanjang bulan lalu berasal dari Australia sebesar 17,7 persen. Kemudian diikuti dari Singapura 12,5 persen dan Malaysia 9,1 persen.

Lebih lanjut, secara kumulatif, Januari-Juli 2022 BPS mencatat kunjungan wisman mencapai 1,22 juta kunjungan. Margo mengatakan, total kunjungan tersebut meningkat 1.434 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kendati kunjungan mengalami lonjakan, jumlah itu masih jauh lebih rendah dari periode 2019 di mana pandemi belum merebak. Saat itu, kunjungan wisman selama Januari-Juli tembus hingga 7,2 juta kunjungan.

"Dibandingkan periode sebelumnya capaian ini masuh jauh, artinya belum pulih sepenuhnya," ujar dia.

Margo mengatakan, sejak awal tahun wisman yang paling banyak masuk ke Indonesia datang dari Australia 16,6 persen. Terbesar kedua, datang dari Singapura sebanyak 12,5 persen dan ketiga dari Malaysia 8,8 persen.

BPS berharap, realisasi kunjungan wisman dapat terus mengalami kenaikan untuk mendukung proses pemulihan ekonomi. "Perbaikan ini juga sejalan dengan penanganan Covid-19 yang makin bagus, ini sangat membantu," ujarnya.

Namun, berbeda dengan wisman yang naik, okupansi hotel tercatat mengalami penurunan. BPS mencatat, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang sebesar 49,77 persen, turun 0,51 poin dari bulan sebelumnya 50,28 persen.

"Ini mudah dipahami karena telah berakhirnya masa libur sekolah dan event-event yang diselenggarakan di bulan Juni terutama side event G20 dan pekan olah raga di daerah," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement