Jumat 15 Jul 2022 11:54 WIB

BPS: Neraca Dagang Juni 2022 Kembali Surplus 5,09 Miliar Dolar AS

BPS sebut total ekspor selama Juni 2022 mencapai 26,09 miliar dolar AS

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
PT Charoen Phokpand Indonesia, Tbk melakukan ekspor perdana produk unggas ke Singapura. Neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus sepanjang Juni 2022 sebesar 5,09 miliar. Surplus dagang ini menjadi yang ke-25 bulan secara berturut. Dengan kata lain, sudah lebih dari dua tahun Indonesia mencatat surplus perdagangan barang beruntun.
Foto: Republika/Dedy Darmawan Nasution
PT Charoen Phokpand Indonesia, Tbk melakukan ekspor perdana produk unggas ke Singapura. Neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus sepanjang Juni 2022 sebesar 5,09 miliar. Surplus dagang ini menjadi yang ke-25 bulan secara berturut. Dengan kata lain, sudah lebih dari dua tahun Indonesia mencatat surplus perdagangan barang beruntun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus sepanjang Juni 2022 sebesar 5,09 miliar. Surplus dagang ini menjadi yang ke-25 bulan secara berturut. Dengan kata lain, sudah lebih dari dua tahun Indonesia mencatat surplus perdagangan barang beruntun.

Kepala BPS, Margo Yuwono, menyampaikan, total ekspor selama Juni 2022 mencapai 26,09 miliar dolar AS sedangkan impor mencapai 21 miliar dolar AS.

BPS mencatat, terdapat kenaikan secara impresif baik ekspor maupun impor, namun lantaran ekspor melampaui impor, Indonesia kembali bisa mempertahankan surplus dagang.

"Khusus perdagangan non migas mencatatkan surplus 7,23 miliar dolar AS, namun untuk non migas defisit 2,14 miliar dolar AS," kata Margo dalam konferensi pers, Jumat (15/7/2022).

Ia menuturkan, komoditas yang berperan utama dalam surplus pada perdagangan non migas yakni bahan bakar mineral, minyak dan minyak hewan/nabati, serta besi dan baja. Sementara komoditas yang menyebabkan defisit pada perdagangan migas yakni minyak mentah dan hasil minyak.

Lebih detail dari sisi ekspor, Margo menuturkan, nilai ekspor sebesar 26,09 miliar dolar AS mengalami kenaikan 21,3 persen month to month (mtm) dari ekspor Mei yang hanya 21,51 miliar dolar AS.

Begitu pula jika dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, ekspor tercatat melonjak 40,6 persn year on year (yoy) dibandingkan Juni 2021 lalu yang hanta 18,55 persen.

Berdasarkan sektornya, ekspor migas mencapai 1,53 miliar dolar AS, naik 2,45 persen mtm juga meningkat 23,68 persen yoy. Adapun di sektor non migas khusus ekspor pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai 360 juta dolar AS. Ekspor ini meningkat 23,3 persen mtm sekaligus naik 11,69 persen yoy.

Lebih lanjut, ekspor industri pengolahan senilai 18,27 miliar dolar AS, naik 29,21 persen mtm atau 29,83 persen yoy. Terakhir, ekspor pertambangan dan lainnya senilai 5,93 miliar dolar AS, tumbuh 6,22 persen mtm atau 103,6 persen yoy.

Lebih lanjut dari sisi impor yang mencapai 21 miliar dolar AS, nilainya nauk 12,87 persen mtm juga meningkat 21,98 persen yoy.

Berdasarkan sektornya, impor non migas mencapai 17,33 miliar dolar AS, tumbuh 13,6 persen mtm maupun 16,55 persen yoy.

Adapun di sektor non migas, impor barang konsumsi mencapai 1,7 miliar dolar AS, naik 12,02 persen mtm atau 3,29 persen yoy. Selanjutnya impor bahan baku tercatat 16,23 miliar dolar AS, nilai itu naik 10,72 persen mtm maupun 24,56 persen yoy.

Terakhir, impor barang modal mencapai 3,08 miliar dolar AS, tercatat naik 26,3 persen mtm atau 20,85 persen secara yoy.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement