Jumat 08 Jul 2022 19:23 WIB

Tiga BUMN Resmi Kolaborasi Tingkatkan Jasa Penyeberangan dan Pelabuhan

Melalui kolaborasi tersebut, pergerakan penumpang maupun barang kian efisien

Rep: rahayu subekti/ Red: Hiru Muhammad
Antrean kendaraan angkutan logistik turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (22/4/2022). PT Asdp Ketapang mencatat jumlah pengguna jasa penyeberangan dari Bali menuju Pulau Jawa pada 21 April sebanyak 10.323 penumpang yang akan terus bertambah hingga puncak arus mudik Lebaran 2022 yang diprediksi terjadi pada 28 April mendatang.
Foto: ANTARA/Budi Candra Setya
Antrean kendaraan angkutan logistik turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (22/4/2022). PT Asdp Ketapang mencatat jumlah pengguna jasa penyeberangan dari Bali menuju Pulau Jawa pada 21 April sebanyak 10.323 penumpang yang akan terus bertambah hingga puncak arus mudik Lebaran 2022 yang diprediksi terjadi pada 28 April mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni berkolaborasi untuk meningkatkan jasa pelayanan penyeberangan dan pelabuhan.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara ASDP dengan Pelindo tentang Kerja Sama Pelayanan Jasa Kepelabuhanan dan Pemanfaatan Aset dan dengan Pelni tentang Kemitraan Strategis dan Sinergitas BUMN yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat (8/7/2022). 

Baca Juga

"Ini sinergi yang baik dari tiga BUMN. Ketiganya memiliki mandat tidak ringan untuk melayani baik penumpang maupun barang ke pulau-pulau sampai ke pelosok wilayah Indonesia,” kata Budi. 

Budi mengharapkan melalui kolaborasi tersebut, pergerakan penumpang maupun barang dapat semakin efisien. Selain itu juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kita ingin ada kegiatan end to end yang baik. Pelni memiliki rute kapal sampai ke Papua, nanti ASDP yang meneruskannya sampai ke titik akhir. Kemudian, Pelindo memiliki pelabuhan yang memberikan dukungan kepada Pelni dan ASDP. Kita ingin semua kegiatan supply chain ini berjalan dengan baik,” kata Budi. 

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengapresiasi adanya kerja sama dan sinergi BUMN antara Pelindo dan Pelni. Kerja sama tersebuy didukung penuh oleh Kementerian Perhubungan khususnya dalam mewujudkan percepatan konektivitas transportasi di Indonesia yang lancar, andal, aman dan selamat.

"Alhamdulillah, kerja sama dan sinergi ini dapat terwujud berkat dukungan regulator Kementerian BUMN dan juga Kementerian Perhubungan, yang tentunya dengan semangat untuk terus menjaga keterhubungan seluruh wilayah Indonesia melalui layanan transportasi yang bermutu prima," jelas Ira.

Ira menuturkan, ASDP sepakat menjalin kerja sama strategis dengan Pelindo terkait pengoperasian dermaga Pelabuhan Ciwandan dan Panjang milik PT Pelindo. Kedua pelabuhan tersebut alternatif pelabuhan untuk mengantisipasi layanan angkutan Lebaran, Natal dan Tahun Baru serta kegiatan nasional lainya sesuai dengan kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah.

"Kerja sama ini tentu berangkat dari suksesnya inisiasi Kementerian Perhubungan dalam pengoperasian Pelabuhan Ciwandan sebagai alternatif yang membantu mengurai kepadatan saat Angkutan Lebaran 2022,” ucap Ira. 

Ira berharap kerja sama tersebut dapat segera berlanjut ke tahap PKS. Ira menilai kerja sama tersebut dapat mendukung kelancaran layanan penyeberangan dan pelabuhan bagi masyarakat serta meningkatkan keunggulan layanan baik dari ASDP dan Pelindo. 

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, untuk menindaklanjuti kolaborasi tersebut, pihaknya menyepakati pemanfaatan dermaga Pelindo. “Khususnya Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Panjang sebagai alternatif untuk arus Lebaran, Natal dan Tahun Baru, serta kebutuhan lainnya sesuai arahan pemerintah yang secara formal dituangkan dalam MoU ini,” tutur Arif.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement