Kamis 16 Jun 2022 13:30 WIB

AP II Jajaki Kolaborasi Pemulihan Penerbangan Nasional

Sektor penerbangan RI tengah berada di titik balik menuju pemulihan sebelum pandemi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin
Foto: Republika TV
Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) jajaki kolaborasi dengan International Air Transport Association (IATA), PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), dan Changi Airport Group dalam upaya memulihkan sektir penerbangan nasional yang sudah sekitar dua tahun terkena dampak pandemi Covid-19. Hal tersebut dilakukan bertepatan dengan Aviation Festival Asia yang digelar di Suntec, Singapura pada 14-15 Juni 2022.

"Dalam mengakselerasi pemulihan penerbangan ini AP II mengedepankan kolaborasi untuk berbagi pengetahuan serta berbagi keahlian guna mendorong aspek komersial dan pelayanan," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (16/6/2022).

Baca Juga

Awaluddin menjelaskan, saat ini sektor penerbangan nasional tengah berada di titik balik menuju pemulihan sebelum adanya pandemi. Dia memasyikan AP II selaku pengelola 20 bandara di Indonesia berupaya untuk menjaga momentum ini dengan mengakselerasi pemulihan lewat aspek komersial.

"Di tengah tekanan yang dihadapi industri penerbangan global, maka sharing knowledge dan sharing expertise di antara para pelaku di industri merupakan salah satu cara yang tepat untuk bersama-sama bisa menghadapi situasi ini,” jelas Awaluddin.

Dalam pertemuan dengan IATA, AP II bertemu Regional Director Airport Passenger Cargo and Security (APCS) IATA Vinoop Goel. AP II menyampaikan pentingnya bagi pengelola bandara untuk menghasilkan dan mendorong pendapatan dari sumber baru, selain dari bisnis aeronautika dan non-aeronautika.

Awaluddin mengungkapkan, revenue stream AP II berasal dari bisnis aeronautika, salah satunya berasal dari tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Begitu juga dengan bisnis non-aeronautika seperti kargo, konsesi usaha dan sebagainya.

"Di tengah situasi ini, untuk mengakselerasi pemulihan kami harus memperluas bisnis dan tidak hanya mengandalkan bisnis aeronautika dan non-aeronautika,” tutur Awaluddin.

Dia menegaskan harus ada revenue stream baru yang juga mendukung pelayanan dan operasional di kawasan bandara. Beberapa diantaranya seperti bisnis digital melalui digital ecosystem service, lalu edutainment, pemanfaatan aplikasi mobile untuk layanan tenant komersial di bandara, event dan expo di bandara, hingga layanan ekosistem kendaraan listrik.

Selanjutnya, AP II kemudian menggelar pertemuan dengan Changi Airport Group dan Garuda Indonesia. Awaluddin mengungkapkan, AP II, Changi Airport Group, dan Garuda Indonesia akan membahas mengenai knowledge sharing dan expertise sharing dalam pengoperasian bandara.

"Pembagasan ini dilakukan untuk meningkatkan aspek operasional dan pelayanan termasuk memperkuat implementasi ACDM (Airport Collaborative Decision Making) di Bandara Soekarno-Hatta," jelas Awaluddin.

Awaluddin menambahkan, AP II saat ini telah mengoperasikan Airport Operation Control Center (AOCC) yang diperkuat dengan ACDM sebagai sistem yang mewadahi kerja sama berbasis informasi dari seluruh stakeholders. AOCC dioperasikan untuk menjaga dan meningkatkan standar layanan kepada penumpang pesawat serta maskapai.

"ACDM membuat stakeholders mudah berkoordinasi secara real time termasuk terkait penggunaan check-in counter, boarding lounge, gate penerbangan dan sebagainya," ujar Awaluddin.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Pelayanan AP II Mohammad Rizal Pahlevi menuturkan pembahasan antara AP II, Changi Airport Group, dan Garuda Indonesia juga terkait upaya memperkuat area transit penumpang pesawat. Khususnya untuk rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta.

Rizal menyebutkan, Bandara Soekarno-Hatta akan memperkuat layanan di area transit penumpang pesawat rute internasional. Menurut Rizal, hal tersebut merupakan salah satu upaya kami menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai hub penerbangan internasional atau porsi penerbangan internasional akan ditingkatkan.

"Selama ini, Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat memahami layanan di area transit penerbangan domestik karena mayoritas penerbangan adalah rute di dalam negeri,” tutur Rizal.

Rizal memastikan pertemuan kedua antara AP II, Changi Airport Group, dan Garuda Indonesia akan digelar pada Juli 2022 di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Melalui kolaborasi tersebut, Rizal mengharapkan pemulihan penerbangan diharapkan datang lebih cepat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement