Jumat 10 Jun 2022 12:05 WIB

Mitratel Pastikan Dana Buyback Bukan Berasal dari IPO

Hingga kuartal I-2022, Mitratel tercatat mempunyai 28.577 tower di seluruh Indonesia.

Mitratel. Ilustrasi
Mitratel. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) memastikan dana untuk aksi pembelian kembali saham atau buyback sebesar Rp1 triliun bukan berasal dari dana penawaran saham (IPO)."Dana buyback tidak dari IPO, itu dari dana perusahaan," kata CEO Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam diskusi di Sleman, Yogyakarta, Jumat (10/6/2022).

Menurut dia, aksi perusahaan dalam melakukan buyback ini untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta memberikan sinyal positif seiring dengan prospek kinerja yang makin membaik. Hingga kuartal I-2022, Mitratel tercatat mempunyai 28.577 tower di seluruh Indonesia dengan penyewa sebanyak 43.101 serta kabel serta optik sepanjang 2.117 kilometer.

Baca Juga

"Saat ini, sebanyak lebih dari 25 persen tower di Indonesia milik Mitratel. Kami siap menjadi market leader di Indonesia dan Asia Tenggara," katanya.

Theodorus memastikan Mitratel akan terus mengembangkan bisnis utilitas tower tersebut seiring dengan pemanfaatan 4G yang makin meluas serta penggunaan teknologi digital di lingkungan.Ia pun menyakini aksi buyback mulai 2 Juni hingga 2 September 2022 tidak akan mengganggu kondisi keuangan perusahaan, seiring dengan potensi besar Mitratel dalam sektor telekomunikasi.

Mitratel tercatat meraih laba bersih sebesar Rp 459 miliar pada kuartal I-2022, tumbuh 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 343 miliar.Pertumbuhan laba perusahaan ditopang oleh meningkatnya pendapatan konsolidasi Mitratel sebanyak 21,5 persen (yoy) menjadi Rp 1,87 triliun per Maret 2022 dan pendapatan tumbuh 21,5 persen dari Rp 1,54 triliun pada posisi Maret 2021.

Lebih rinci, pendapatan konsolidasi Mitratel pada periode tersebut berasal dari segmen kepemilikan tower sebesar Rp 1,46 triliun, naik Rp 282 miliar atau sekitar 24,4 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,18 triliun.

Sebelumnya, anak usaha Telkom ini juga sudah melakukan penawaran saham perdana pada November 2021 di BEI, dengan harga saham ditawarkan sebesar Rp 800 per unit, serta pelepasan sebanyak 23,49 miliar lembar saham baru. Meski demikian harga saham MTEL tersebut belum terlalu bergerak jauh dari harga IPO, bahkan sempat turun pada kisaran 9 persen.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement