Kamis 12 May 2022 08:27 WIB

Holding BUMN Pangan Guyur Minyak Goreng Curah dan Gula di NTT

BUMN Pangan ikut menjaga pasokan migor dan gula pasir agar ekonomi lokal bergerak

Sejumlah warga menunggu giliran untuk membeli minyak goreng curah di pasar tradisional Naikoten Kota Kupang, NTT, Rabu (11/5/2022). Minyak goreng curah subsidi dari BUMN Holding Pangan ID FOOD itu dijual dengan harga Rp14 ribu per liter dan Rp15.500 per kilogram.
Foto: ANTARA/Kornelis Kaha
Sejumlah warga menunggu giliran untuk membeli minyak goreng curah di pasar tradisional Naikoten Kota Kupang, NTT, Rabu (11/5/2022). Minyak goreng curah subsidi dari BUMN Holding Pangan ID FOOD itu dijual dengan harga Rp14 ribu per liter dan Rp15.500 per kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, -- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan perhatian serius terhadap pasokan kebutuhan pokok terutama minyak goreng dan gula. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang demi memberdayakan dan menggerakkan ekonomi lokal.

Kali ini, pemerintah melalui Holding BUMN Pangan atau ID Food mengguyur 300 ton minyak goreng curah di pasar tradisional di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain minyak, holding juga menyalurkan 800 ton gula. Kedua komoditas ini diangkut menggunakan fasilitas tol laut menuju Kupang. 

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, mengatakan ada beberapa wilayah di kawasan Timur Indonesia yang menjadi fokus pendistribusian minyak goreng dan gula. Arief menyebut Sorong dan Merauke termasuk wilayah yang akan mendapat distribusi juga.

"Kita berdayakan wilayah Timur sehingga di Timur pun perekonomiannya juga berkembang, selain minyak goreng dan gula kedepannya bisa juga distribusi komoditas lain via tol laut seperti beras dan jagung," ungkap Arief, Rabu (11/5).

Distribusi minyak goreng ini merupakan wujud kolaborasi antara Holding BUMN Pangan atau ID Food, Kementerian Perhubungan, Badan Pangan Nasional, PTPN Group, PT Pos Indonesia (Persero), dan PT BRI Tbk. 

Direktur Utama ID Food, Frans Marganda Tambunan, mengatakan 300 ton minyak goreng curah dan 800 ton gula itu mulai didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dan UMKM di Kupang.  Distribusi ini, kata Frans, melibatkan asosiasi pedagang pasar dan koperasi melalui anak usaha Holding PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Rajawali Nusindo.

Frans menyebut ke depan ID Food mempersiapkan platform digital agar setiap pendistribusian pangan dapat termonitor hingga ke konsumen. Untuk menciptakan ekosistem pangan di wilayah lokal, lanjut Frans, pihaknya menggandeng nasabah UKM binaan Bank BRI untuk pendistribusian minyak goreng ke pasar- pasar tradisional dan UMKM di daerah. BRI pun dapat mendukung UKM maupun Pedagang jika ada yang membutuhkan pembiayaan

Tenaga Ahli Menteri Perhubungan, Andre Mulpyana, mengatakan pihaknya ikut mengawal langsung kedatangan kapal hingga proses dispensing minyak goreng ke tangki distribusi dari lokasi gudang PT BGR Logistik Indonesia.

Sesuai estimasi, kapal tiba pada 10 Mei 2022. Kedatangan kapal pun disambut oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tenau Kupang, BUMN Holding Pangan, BRI, Pos Indonesia, PTPN Group dan pemerintah daerah setempat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement