Jumat 25 Mar 2022 00:43 WIB

Teten: G20 Jadi Momentum Angkat Ekonomi UMKM

Menkop Teten menyebut UMKM bisa berpromosi di sela-sela KTT G20

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) meninjau pameran produk dalam negeri saat Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (24/3/2022). Kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan pembelian dan penggunaan produk industri dalam negeri oleh instansi pemerintah itu berhasil mencatatkan nilai komitmen belanja produk dalam negeri dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota sebesar Rp214,1 triliun selama tiga hari pelaksanaan.
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) meninjau pameran produk dalam negeri saat Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (24/3/2022). Kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan pembelian dan penggunaan produk industri dalam negeri oleh instansi pemerintah itu berhasil mencatatkan nilai komitmen belanja produk dalam negeri dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota sebesar Rp214,1 triliun selama tiga hari pelaksanaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum  mengangkat ekonomi lokal dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, G20 jadi ajang menarik bagi para pelaku UMKM.

Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Art Center Bali, Denpasar, Bali. Kunjungan tersebut didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster dan Komisaris Telkomsel sekaligus Ketua Dewan Pengarah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Wishnutama Kusubandio.

"Kunjungan ini ada kaitan dengan KTT G20 karena kita sudah melihat produk-produk UMKM dari Bali yang bisa untuk dipakai seragam panitia, souvenir dan lain sebagainya," ujar Teten, Kamis (24/3). Ia berharap, G20 bisa mengangkat ekonomi lokal.

Kemudian, selain itu Menteri Teten menyampaikan bahwa produk UMKM juga bisa melakukan promosi atau memperjualbelikan melalui media digital. Misalnya dengan membuat QR Code untuk mempermudah para tamu-tamu hotel yang ikut dalam kegiatan G20 tersebut.

"Jadi apabila membeli oleh-oleh dan makanan bisa melalui QR Code itu dan di Bali sudah ada tinggal melanjutkannya. Intinya G20 kita gunakan sebagai promosi UMKM," ungkapnya.

Sementara itu, Wishnutama menambahkan bahwa G20 ini bisa dimanfaatkan untuk ekonomi lokal. Bali selama Pandemi Covid-19 mengalami kesusahan ekonominya.

"Maka itu tidak hanya pariwisatanya yang kita bangkitkan. Hanya saja produk-produk lokalnya juga kita bangkitkan ekonominya. Kita harapkan ini akan lebih baik dari sebelumnya," jelas dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement