Kamis 24 Mar 2022 22:10 WIB

Upaya Menciptakan Ekosistem Digital yang Lebih Aman

Saat ini manusia bergantung kepada teknologi dan perlu landasan agar tidak kebablasan

R17 Group sebuah perusahaan yang berfokus pada keamanan siber menggelar acara #R17PodcastShow dengan tema “Ensuring The Security of Digital Ecosystem in Indonesia” Selasa (22/3/2022).
Foto: istimewa
R17 Group sebuah perusahaan yang berfokus pada keamanan siber menggelar acara #R17PodcastShow dengan tema “Ensuring The Security of Digital Ecosystem in Indonesia” Selasa (22/3/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Beragam kejahatan di dunia digital semakin meningkat. Tercatat di Indonesia, ada 1,3 milyar serangan siber terjadi sepanjang Januari hingga November 2021. Berdasarkan data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebutkan, 83 persen perusahaan di Tanah Air rentan diretas. 

Hal itu akan mempengaruhi proses transformasi digital di Indonesia yang menghadapi beberapa tantangan. Antara lain meliputi risiko perlindungan data pribadi, risiko strategi bisnis, risiko penyalahgunaan teknologi, risiko serangan siber, pemalsuan data dan literasi digital.

Baca Juga

Melihat itu semua, R17 Group sebuah perusahaan yang berfokus pada keamanan siber menggelar acara #R17PodcastShow dengan tema “Ensuring The Security of Digital Ecosystem in Indonesia” Selasa (22/3/2022). "R17 Podcast Show merupakan wadah komunikasi dua arah untuk membahas isu-isu terkini mengenai perkembangan bisnis dan teknologi yang dituangkan dalam bentuk hybrid event," kata , Deputy CEO R17 Group, Hengky Witarsa, dalam sambutannya. 

Acara ini berkolaborasi dengan pakar teknologi, pakar industri serta regulator. "Diharapkan R17 Podcast Show bisa memberikan kontribusi untuk pertumbuhan dan keamanan siber di Indonesia," ujarnya. R17 Podcast Show ini memadukan konsep acara offline dengan mengundang para pelaku industri yang akan disiarkan secara live pada jejaring sosial yang mencakup masyarakat umum dengan topik hangat di dunia digital.

Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi-BSSN, Brigjen TNI Dominggus Pakel, S. Sos, M.M.S.I. mengatakan saat ini bukan lagi teknologi bergantung kepada manusia, tapi manusia tergantung kepada sistem atau teknologi. Makanya kata dia perlu ada sebuah landasan agar tidak kebablasan. “Walaupun perkembangan teknologi begitu cepat dan massif serta serangan siber bertubi-tubi ketika kita punya dasar yaitu pancasila sebagai dasar negara yang mengikat dan mempersatukan kita, saya anggap ini clear,” tegasnya.

Negara lanjutnya hadir memberikan perlindungan dengan konsep strategi keamanan siber nasional untuk menjamin keamanan ruang siber, sistem dan informasi nasional, serta melindungi seluruh rakyat, tumpah darah, dan nilai-nilai kehidupan bangsa. Selain itu juga untuk melindungi ekosistem perekonomian digital nasional demi tercapainya pertumbuhan dan inovasi.

Chief Of Technology Officer R17 Group, M Irfan Jambak PH.D menjelaskan secara detail terkait pencegahan jika terjadi ancaman. Pertama adalah dari sosok individunya, memang kata dia tidak semua ingin menganggu tapi hanya ingin menunjukan bahwa dirinya expert. “Tapi jika sudah berhasil masuk, bahwa itu tidak aman. Tentu kita harus aware, bahwa sistem yang kita punya sangat rentan. Kita harus segera menutup celah tersebut,” ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement