Ahad 13 Feb 2022 14:45 WIB

Visi Erick Thohir di BUMN Dapat Pujian

Erick dinilai berhasil melahirkan berbagai inovasi dalam mengarahkan perusahaan BUMN

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Gita Amanda
Visi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam mengelola perusahaan plat merah mendapatkan pujian dari Dosen Fakultas Hukum di Monash University, Profesor Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir. (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Visi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam mengelola perusahaan plat merah mendapatkan pujian dari Dosen Fakultas Hukum di Monash University, Profesor Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Visi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam mengelola perusahaan plat merah mendapatkan pujian dari Dosen Fakultas Hukum di Monash University, Profesor Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir. Dia menilai Erick berhasil melahirkan berbagai inovasi dalam mengarahkan perusahaan-perusahaan BUMN dalam hal core value.

"Nah, ini yang saya kira visi ke depannya luar biasa ini Mas Erick Thohir," ujar Gus Nadir dalam keterangan, Ahad (13/2/2022).

Baca Juga

Gus Nadir menilai core values yang dilahirkan oleh Erick Thohir merupakan cerminan visi luar biasa seorang pemimpin. Menurutnya, core values ini adalah 'AKHLAK' yang merupakan akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

"AKHLAK bagaimana bisa terwujud dalam bentuk kinerja tapi ketika kemudian kita ingin wujudkan dalam tatanan yang lebih konkret tentu lebih dari itu," katanya.

Dia mengatakan, kementerian BUMN bertransformasi memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan negara berkat core values tersebut. Dia menilai, BUMN juga berhasil mendapatkan sejumlah raihan positif yang dapat dilihat dari sisi keuangan, operasional dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Gus Nadir menilai konsep prinsip AKHLAK di BUMN ini juga sejalan dengan apa yang dibentuk dan diajarkan di pondok pesantren Indonesia. Dia mengungkapkan, mereka selalu mengedepankan adab kemudian ilmu.

"Artinya mau orang pintar, tetapi kalau dia tidak ada akhlak, kan, susah dan itu cocok, para kiai selalu menekankan itu di pondok pesantren, 'adab itu diutamakan dari pada ilmu'," katanya.

Di sisi lain, Gus Nadir mengaku penasaran dengan visi Erick Thohir, yang mampu membawa nilai-nilai AKHLAK dalam tubuh BUMN. Dia mengatakan, mengingat bicara akhlak bagi Gus Nadir sendiri adalah suatu hal yang abstrak tetapi bisa dirasakan.

"Hal yang menarik buat saya adalah core values tadi bukan dalam tatanan yang abstrak. Karena kalau orang bicara adab, etika, akhlak, itu, kan abstrak," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement