Jumat 21 Jan 2022 18:41 WIB

Minyak Goreng Satu Harga, Pedagang Pasar Siap Bantu Kontrol Harga

Mudah untuk mengontrol program minyak subsidi di pasar tradisional.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi
Seorang pedagang menunjukkan minyak goreng kemasan dagangannya di Pasar Malaka, Rorotan, Jakarta, Senin (3/1/2022). Dengan kebijakan minyak goreng satu harga, pedagang pasar siap dilibatkan untuk membantu mengontrol harga.
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Seorang pedagang menunjukkan minyak goreng kemasan dagangannya di Pasar Malaka, Rorotan, Jakarta, Senin (3/1/2022). Dengan kebijakan minyak goreng satu harga, pedagang pasar siap dilibatkan untuk membantu mengontrol harga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengatakan siap membantu pemerintah mengawal program minyak goreng satu harga Rp 14 ribu per liter yang juga bakal diterapkan di pasar tradisional. Ikappi pun meminta pemerintah menindak oknum-oknum di pasar tradisional yang nantinya menyelewengkan minyak goreng bersubsidi.

Sekretaris Jenderal Ikappi, Reynaldi, mengatakan, penggelontorkan minyak goreng subsidi mestinya juga diterapkan secara bersama-sama dengan ritel modern. Sebab, jika distribusi hanya melalui toko ritel harga secara nasional akan sulit untuk turun.

Baca Juga

Menurutnya, hingga saat ini Ikappi belum berkoordinasi secara langsung dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Meski begitu, Ikappi terus berupaya berkomunikasi dengan pemerintah agar program tersebut segera direalisasikan.

"Mekanisme pengawasan kontrol, kami kira dari Ikappi akan siapkan beberapa format dan model untuk Kemendag. Misalnya, menyiapkan relawan-relawan di tiap pasar untuk mengontrol harga dan memastikan tepat sasaran ke masyarakat," kata Reynaldi kepada Republika.co.id, Jumat (21/1/2022).

Reynaldi mengatakan, jika nantinya program telah bergulir di pasar tradisional dan masih terdapat penyelewengan harga oleh pedagang, Ikappi mendorong agar dilakukan penindakan tegas.

"Pemerintah dan pihak terkait bisa segera menindak pedagang-pedagang yang menjual minyak goreng bersubsidi lebih mahal kalau memang pasokan sudah benar-benar merata ke seluruh Indonesia," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, mudah untuk mengontrol program minyak subsidi di pasar tradisional. Pengelola pasar, hingga paguyuban pedagang dapat dikerjasamakan. Asalkan, pemerintah melibatkan para perwakilan pedagang sebelum kebijakan satu harga minyak goreng diterapkan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement