Selasa 11 Jan 2022 17:00 WIB

Airlangga Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Jepang untuk Inovasi Berkelanjutan

Beberapa infrastruktur utama dibangun dengan kerja sama dengan Jepang.

Airlangga Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Jepang untuk Inovasi Berkelanjutan
Foto: Dok Republika
Airlangga Perkuat Kerja Sama Bilateral Indonesia-Jepang untuk Inovasi Berkelanjutan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan bilateral dari Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Koichi Haguida di Jakarta, Senin (11/01). Pertemuan bilateral tersebut membahas berbagai kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jepang.

Airlangga menyambut baik inisiatif usulan kerja sama baru antara Indonesia dengan Jepang yaitu Public Private Track 1.5: Japan Indonesia Co-Creation Partnership for Innovative and Sustainable Economic Society. Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan rantai pasok regional dan global, pembangunan infrastruktur, ekonomi digital, pengembangan Sumber Daya Manusia, dan industri berkelanjutan yang merupakan prioritas pembangunan Indonesia.

Baca Juga

“Indonesia selalu siap untuk bekerja sama dengan Pemerintah Jepang untuk memaksimalkan potensi besar kerja sama kedua negara,” ungkap Menko Airlangga.

Airlangga mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempromosikan pengembangan UMKM dan ekonomi digital. Di mana, UMKM Indonesia telah tumbuh menjadi sektor penopang utama ekonomi dengan kontribusi lebih dari 60 persen PDB dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja di tahun 2020. 

"Sektor lain yang juga sangat penting bagi Indonesia adalah ekonomi digital. Nilai e-commerce Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat hingga 32 miliar USD pada tahun 2025 dengan tingkat pertumbuhan tahunan 54 persen," kata Airlangga.

Airlangga pun mengajak Pemerintah Jepang untuk bekerja sama dan mendukung inisiatif Indonesia dalam menyukseskan agenda-agenda Presidensi G20 Indonesia tahun ini. Selain itu, Airlangga menjelaskan pertemuan tersebut juga membahas akses perdagangan kedua negara serta peningkatan kerja sama di kawasan, terutama dalam forum ASEAN dan negara-negara Indo-Pasifik.

Saat ini total perdagangan Indonesia dan Jepang pada Januari hingga November 2021 adalah senilai 28,5 miliar USD, yang berarti 31 persen lebih tinggi dari periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar 21,7 miliar USD. Dari sisi investasi, pada Januari hingga September 2021 investasi Jepang ke Indonesia sebesar 1,7 miliar USD dalam 6.794 proyek yang menduduki peringkat keempat di antara investor Indonesia lainnya.

Airlangga optimis hubungan bilateral Indonesia-Jepang semakin terjalin kuat, terlebih dalam pembangunan infrastruktur yang mana antara Indonesia dan Jepang telah memiliki pengalaman kerja sama yang kuat.

“Beberapa infrastruktur utama Indonesia telah dibangun dengan bekerja sama dengan Jepang, diantaranya termasuk MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban. Saya percaya bahwa dialog baru akan dapat memperkuat dan memperluas kerja sama bilateral lebih lanjut di sektor ini,” pungkas Airlangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement