Selasa 07 Dec 2021 20:35 WIB

PGN Solution dan SPHC Kembangkan Pasar Gas Bumi di Jateng

HoA memberikan kepastian penyediaan infrastruktur dan pasokan gas bumi di Jateng.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
HoA ditandatangani oleh Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto dan Direktur Utama JPEN Muhammad Iqbal, serta disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, (3/12).
Foto: Istimewa
HoA ditandatangani oleh Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto dan Direktur Utama JPEN Muhammad Iqbal, serta disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, (3/12).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Dalam rangka mewujudkan penyediaan gas bumi untuk Jawa Tengah, PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani Head of Agreement (HoA) kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN). Kerja sama ini mengenai pengembangan pasar gas bumi di wilayah Jawa Tengah.

HoA ditandatangani oleh Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto dan Direktur Utama JPEN Muhammad Iqbal, serta disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, (3/12).

PGN terus melakukan upaya penyiapan infrastruktur penyaluran gas bumi sebagai milestone pemenuhan kebutuhan energi di Jawa Tengah. Sebagai pilihan utama PGN telah mempersiapkan jaringan gas pipa untuk mengantarkan gas bumi sampai di lokasi pelanggan.

Sebagai turunannya, PGN pun telah menyiapkan CNG dan LNG dengan moda beyond pipeline untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri, komersial, dan rumah tangga PGN di Jawa Tengah.

Dalam acara yang sama, PT PGAS Solution sebagai bagian dari Subholding Gas bekerja sama dengan PT. Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) terkait jasa Engineering, Procurement and Construction (EPC), Operation and Maintenance (O&M) dan Supply Chain Management (SCM) Infrastruktur Energi untuk mendukung rencana pengembangan lanjutan di wilayah kerja Blok Cepu.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan HoA oleh Direktur Utama PGN Solution Erwin Simanjuntak dan Direktur Utama SPCH Wisnu Prabawa Taher, disaksikan oleh M. Haryo Yunianto dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Haryo mengatakan, HoA menjadi bagian dari upaya untuk memberikan kepastian untuk penyediaan infrastruktur dan pasokan gas bumi di Jawa Tengah. "Semoga tahap-tahap selanjutnya dapat berjalan dengan baik seiring dengan upaya PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur, sehingga distribusi gas bumi bisa lebih fleksibel dan handal. Harapannya, PGN mendapatkan dukungan dari Pemprov Jateng serta Pemerintah Kota/Kabupaten di Jawa Tengah,” ujar dia dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Selasa (7/12).

Untuk mendukung pelaksanaan kerja sama, tentu akan dilakukan pertukaran data maupun informasi yang meliputi kondisi dan status demand, kebutuhan energi sebagai bahan baku atau bahan bakar, serta data-data lainnya.

Pengembangan kerjabsama bisnis lainnya melibatkan anak perusahaan atau subsidiary PGN, seperti bisnis teknologi informasi, internet provider, fiber optic. Selain itu, pengembangan bisnis terkait kegiatan engineering gas bumi seperti operasi dan pemeliharaan, engineering procurement and construction (EPC) pipa distribusi, pipa servis, dan peralatan pelanggan PGN.

“Penandatanganan HoA ini merupakan suatu langkah kecil dan lompatan besar yang sangat berarti dalam memastikan bahwa proyek ini akan kita rampungkan hingga selesai. Kami harap dengan terjalinnya kerjasama ini dapat memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar,” ujar Erwin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement