Senin 11 Oct 2021 20:11 WIB

79 Persen Pupuk Subsidi Kakao Disalurkan di Sulsel

Alokasi pupuk subsidi untuk tanaman kakao sebanyak 6.715 ton

Petani memetik buah kakao, (ilustrasi). PT Pupuk Indonesia Region 6 wilayah kerja Sulawesi, Maluku dan Papua mencatat sebanyak 79 persen pupuk subsidi jenis NPK formula khusus yang diperuntukan bagi tanaman kakao telah disalurkan di Sulawesi Selatan.
Foto: Antara/Abriawan Abhe
Petani memetik buah kakao, (ilustrasi). PT Pupuk Indonesia Region 6 wilayah kerja Sulawesi, Maluku dan Papua mencatat sebanyak 79 persen pupuk subsidi jenis NPK formula khusus yang diperuntukan bagi tanaman kakao telah disalurkan di Sulawesi Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- PT Pupuk Indonesia Region 6 wilayah kerja Sulawesi, Maluku dan Papua mencatat sebanyak 79 persen pupuk subsidi jenis NPK formula khusus yang diperuntukan bagi tanaman kakao telah disalurkan di Sulawesi Selatan.

"Pupuk subsidi NPK Formula Khusus untuk tanaman Kakao sudah di angka 79,5 persen hingga 6 Oktober 2021, data terakhir yang kami himpun," ungkap Vice Presiden Sales Region 6 PT Pupuk Indonesia M Miftakhul Zainuddin di Makassar, Senin (11/10).

Baca Juga

Ia mengemukakan jenis realisasi penjualan pupuk bersubsidi khusus Kakao pada sub sektor perkebunan itu telah disalurkan ke tujuh kabupaten sebagai wilayah yang terdapat banyak perkebunan kakao di Sulsel. Adapun tujuh daerah tersebut dengan masing-masing realisasi penjualannya yakni Kabupaten Enrekang 215 ton, Luwu 992 ton, Luwu Timur 1.647 ton, Luwu Utara 1.990 ton, Pinrang 141 ton, Soppeng 197 ton dan Wajo 154 ton.

Berdasarkan Surat Keputusan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulawesi Selatan, alokasi pupuk subsidi untuk tanaman kakao sebanyak 6.715 ton, sementara realisasi penjualan baru mencapai 5.336 ton." Jadi masih ada 1.379 ton pupuk jenis NPK Formula Khusus yang belum tersalurkan di masyarakat," ujar Miftakhul.

 

PT Pupuk Indonesia Region 6 juga mencatat bahwa penyaluran pupuk subsidi jenis NPK Formula Khusus di Sulsel terbilang lebih cepat dibandingkan provinsi lain di Pulau Sulawesi. Hingga 6 Oktober, realisasi penjualan pupuk subsidi untuk tanaman kakao itu baru mencapai 47 persen di Sulawesi Barat, 66 persen di Sulawesi Tenggara dan 55 Persen di Sulawesi Tengah.

"Untuk penjualan dan penyalurannya, kita berikan kepada petani yang telah terdaftar lewat e-RDKK sesuai dengan aturan yang berlaku," tambah Miftakhul.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement