Selasa 07 Sep 2021 12:49 WIB

Perumnas Akselerasi Pembangunan Hunian Orientasi Transit

Hunian dengan konsep TOD ini akan menjadi katalis yang positif bagi ekonomi nasional

Rep: m nursyamsi/ Red: Hiru Muhammad
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (tengah), Direktur Utama (Dirut) Brantas Abipraya Sugeng Rochadi (kiri), Dirut Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro (kedua dari kiri), Dirut PT PP Novel Arsyad (kedua dari kanan), dan Dirut Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson menandatangani penyelesaian hunian program sejuta rumah di tiga lokasi hunian TOD Perum Perumnas pada Selasa (7/9).
Foto: Perumnas
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (tengah), Direktur Utama (Dirut) Brantas Abipraya Sugeng Rochadi (kiri), Dirut Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro (kedua dari kiri), Dirut PT PP Novel Arsyad (kedua dari kanan), dan Dirut Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson menandatangani penyelesaian hunian program sejuta rumah di tiga lokasi hunian TOD Perum Perumnas pada Selasa (7/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan Perumnas sedang menyiapkan alokasi modal kerja yang cukup besar melalui dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang telah disalurkan pemerintah untuk percepatan pembangunan perumahan di Indonesia.

"Dukungan pemerintah ini adalah bentuk nyata dalam program sejuta rumah yang diinisiasi Perumnas melalui beberapa proyek strategis," ujar Budi saat penandatanganan penyelesaian hunian program sejuta rumah di tiga lokasi hunian transit oriented development (TOD) atau pengembangan berorientasi transit Perumnas pada Selasa (7/9).

Penandatanganan penyelesaian hunian program sejuta rumah dilakukan oleh Budi bersama Dirut Brantas Abipraya Sugeng Rochadi, Dirut PT PP Novel Arsyad, Dirut Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson yang disaksikan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

Budi menyebut penandatanganan ini merupakan salah satu realisasi strategis yang dilakukan Perumnas dalam penyelesaian hunian program sejuta rumah di tiga lokasi hunian TOD Perumnas, yaitu Samesta Mahata Serpong di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan; Samesta Mahata Margonda di Stasiun Pondok Cina, Depok; dan Samesta Mahata Tanjung Barat di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta.

"Dukungan pemerintah sangat membantu untuk meningkatkan pencapaian korporasi dalam program pemenuhan perumahan dengan strategi yang tepat, serta transformasi dan peran Perumnas dalam ekosistem perumahan sehingga tujuan investasi melalui dana PEN dapat tercapai," ucap Budi.

Budi menjelaskan hunian dengan konsep TOD ini akan menjadi katalis yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Budi, Animo masyarakat sangat tinggi pada hunian terintegrasi transportasi KRL Jabodetabek yang dibangun Perumnas. Hal ini karena letak dan konsepnya didukung dengan captive market yang cocok untuk milenial dan konsumen perumahan dengan mobilitas yang tinggi. "Inovasi seperti inilah yang kami suguhkan kepada masyarakat melalui hunian TOD Perumnas," lanjut Budi.

Budi menilai kepemilikan hunian dengan konsep seperti ini akan mengubah paradigma pembangunan yang tidak lagi berorientasi pada kendaraan pribadi, khususnya mobil, melainkan lebih berorientasi pada penggunaan transportasi masal dan pejalan kaki untuk menunjang kebutuhan mobilitas. Budi menambahkan tipe luasan hunian yang beragam serta fasilitas lengkap yang dapat menunjang kebutuhan keseharian konsumen TOD. 

"Rencananya jumlah unit yang akan dibangun Perumnas di Samesta Mahata Serpong sebanyak 743 unit, Samesta Mahata Tanjung Barat sebanyak 1.216 unit dan Samesta Mahata Margonda sebanyak 940 unit yang mana dalam waktu dekat akan dilaksanakan topping off," ungkap Budi.

Sementara itu, lanjut Budi, konsep hunian terintegrasi transportasi massal dari Perumnas ini tidak hanya diimplementasikan pada tipe hunian rumah susun, melainkan juga pada tipe hunian rumah tapak yang terdapat pada lokasi Samesta Parayasa, Bogor dan kawasan Nusa Dua Bekala, Medan.

"Misi kami untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Perumnas menyediakan slot hingga 20 persen unit hunian subsidi di setiap proyek Perumnas, sebagai bentuk penugasan dan misi kami dalam menyukseskan program pemerintah bagi MBR," sambungnya.

Budi menyampaikan langkah strategis ini meripakamt komitmen perusahaan falam menjalankan amanah pemerintah untuk menyediakan hunian, khususnya pada program satu juta rumah. 

Kata Budi, Perumnas memiliki pengalaman panjang sebagai pengembang yang andal dan memiliki inovasi dalam setiap produk yang ditawarkan."Ini akan menjadi pijakan bagi Perumnas untuk menghadirkan hunian yang terjangkau di berbagai kota di Indonesia dengan kualitas yang dapat diandalkan," kata Budi menambahkan.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement