REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Penyaluran pupuk memerlukan dukungan transportasi yang mampu menghubungkan tempat produksi, lokasi penyimpanan, dan daerah tujuan secara teratur. Dalam proses tersebut, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kereta api memiliki peluang untuk melengkapi moda transportasi lain, terutama bagi pengiriman dalam jumlah besar dan menempuh jarak antardaerah.
"Sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI melayani pengiriman pupuk sebanyak 10.050 ton," ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Anne menyampaikan catatan kinerja KAI menunjukkan kereta api telah melayani 24.180 ton pupuk pada 2024 dan 21.060 ton pada 2025. Data tersebut memperlihatkan layanan berbasis rel telah digunakan dalam penyaluran pupuk selama beberapa tahun terakhir.
Anne mengatakan kereta api dapat menjadi bagian dari pengaturan distribusi pupuk yang melibatkan berbagai moda transportasi dan pihak terkait. Anne menyampaikan kereta api memiliki kapasitas untuk melayani pengiriman dalam jumlah besar dengan jadwal perjalanan yang teratur.
"Layanan ini dapat melengkapi penyaluran yang sudah berjalan, sesuai kebutuhan pelanggan dan kesiapan penerimaan barang di setiap daerah,” sambung Anne.
Anne mengatakan peran transportasi yang terencana semakin penting seiring perubahan kondisi pupuk dunia. Dia menyampaikan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau FAO mencatat volume perdagangan pupuk dunia pada Januari–April 2026 berkurang sekitar 20 hingga 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan rata-rata harga pupuk dunia pada 2026 meningkat sekitar 31 persen. Anne menyampaikan perubahan perdagangan dan harga dunia tersebut menunjukkan pentingnya kerja bersama dalam menjaga kelancaran pasokan serta pengiriman pupuk di dalam negeri.
"Transportasi berbasis rel dapat digunakan bersama layanan jalan dan moda lainnya agar perjalanan barang dari tempat produksi menuju daerah penerima dapat disesuaikan dengan kebutuhan," ucap Anne.