Rabu 25 Aug 2021 22:46 WIB

Inti Medika dan Blackstone Capital Suntik Startup Eveskin

Pendanaan Inti Medika dan Blackstone mencapai Rp 50 miliar di 2022

PT Inti Medika Internasional bersama dengan Blackstone Capital memimpin pendanaan tahap awal (seed funding) kepada startup kecantikan, Eveskin. Pendanaan ini ditargetkan mencapai Rp 50 miliar untuk periode kuartal kedua (Q2) sampai kuartal ketiga (Q3) tahun 2022.
Foto: istimewa
PT Inti Medika Internasional bersama dengan Blackstone Capital memimpin pendanaan tahap awal (seed funding) kepada startup kecantikan, Eveskin. Pendanaan ini ditargetkan mencapai Rp 50 miliar untuk periode kuartal kedua (Q2) sampai kuartal ketiga (Q3) tahun 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Inti Medika Internasional bersama dengan Blackstone Capital memimpin pendanaan tahap awal (seed funding) kepada startup kecantikan, Eveskin. Pendanaan ini ditargetkan mencapai Rp 50 miliar untuk periode kuartal kedua (Q2) sampai kuartal ketiga (Q3) tahun 2022. Dana segar ini akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dan merekrut lebih banyak Sumber Daya Manusia (SDM), pemodalan agen di seluruh Indonesia, dan menciptakan produk-produk skincare inovatif berkualitas tinggi.

Eveskin adalah produk skincare dari PT Inti Medika Internasional yang juga akan segera meluncurkan klinik kecantikannya di beberapa kota. Startup ini didirikan oleh La Rose sebagai Chief Financial Officer (CFO) dan Delli Iman yang menjabat Chief Marketing Officer (CMO), dan Didin Aminudin menjabat sebagai Komisaris Utama.

“Produk skincare lokal banyak diminati karena lebih cocok untuk kulit orang Indonesia. Maka dari itu, dibutuhkan produk skincare lokal yang berkualitas baik dan efektif. Caranya ialah dengan menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dan bahan-bahan yang sangat baik. Pertemuan dan pertemanan saya dan pak Aldi Sky melahirkan ide keren ini, produk yang diformulasikan sedemikian rupa dan hanya memiliki satu tujuan yang ditawarkan kepada konsumennya: efektifitas”, tutur Delli Iman dalam siaran pers, Senin (23/8).

Sementara Managing Partner Blackstone Capital sekaligus CEO Eveskin Aldi Sky Wungkana mengatakan produk yang ada di pasar belum bisa memenuhi kebutuhan perawatan kulit orang Indonesia yang beragam, sedangkan tren pengguna kosmetik selalu meningkat dan Indonesia diprediksi jadi pasar kelima terbesar di dunia. Oleh karena itu pihaknya fokus di SDM dan teknologi pengembangan produk supaya Eveskin dapat menjadi solusi yang tepat untuk konsumen, bukan hanya sekedar produk kecantikan saja.

Rinaldi Yulias, COO Blackstone Capital menambahkan, untuk sementara, Eveskin akan memiliki gudang logistik (fulfillment) di 25 kota. "Lalu kami akan ekspansi ke kota-kota lain dan mancanegara ketika kami cukup siap bersaing dengan merek (brand) internasional. Singapura, Vietnam, Filipina, dan Taiwan dipastikan akan menjadi pasar Eveskin berikutnya karena secara teknis mitra-mitra kami sudah siap di negara-negara tersebut."

Saat ini, pihak Eveskin juga sedang dalam proses menjajaki kemitraan dengan perusahaan riset Eropa dan Korea Selatan, termasuk menggandeng perusahaan BUMN untuk mengembangkan produk perawatan wajah dan tubuh sekaligus membangun teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen sehingga memiliki akurasi efektifitas yang cukup tinggi, kemudian memproduksinya secara lokal.

CFO Eveskin La Rose mengatakan produk kecantikan Eveskin dibanderol dengan harga berkisar Rp 65.000 - Rp200.000.“Konsumen kami bisa mendapat produk kecantikan Eveskin langsung dari situs Eveskin; ataupun dari teman-teman reseller di media sosial dan marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada; serta agen-agen terdekat dan distributor resmi di kota tempat tinggalnya”, kata La Rose. 

"Target kami, pada Q2-Q3 2022 nanti, Eveskin diharapkan sudah dapat hadir di setiap kota di Indonesia supaya produk dan layanan kami bisa menjangkau lebih banyak orang."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement