Kamis 19 Aug 2021 19:27 WIB

Sandiaga: Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.100 T ke Ekonomi RI

Di Indonesia terdapat setidaknya 8 juta unit usaha kreatif.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
Foto: Dok. Kemenparekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, ekonomi kreatif mempunyai peran sangat besar dalam perekonomian Indonesia dan pembangunan bangsa. Dia mengungkapkan, 17 juta masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Ekonomi kreatif memainkan peran yang luar biasa sentral dalam ekonomi Indonesia dan pembangunan bangsa. Lebih dari Rp 1.100 triliun dengan total kontribusi 7,44 persen menempatkan kita di posisi ketiga setelah Amerika dengan Hollywood, ada Korea dengan K-Pop. Indonesia telah merangsek di posisi ketiga," ujar Sandiaga dalam diskusi daring dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (19/8).

Menurut Sandiaga, Indonesia memiliki potensi dunia digital yang sangat luas. Dia menjelaskan, di Indonesia terdapat setidaknya 8 juta unit usaha kreatif. Selain itu, sebanyak 23 persen dari 180 juta pengguna ponsel pintar di Indonesia merupakan kaum milenial yang melek teknologi.

"Mahasiswa UNNES (Mahesa) masuk ke dalam generasi Z. Jadi Mahesa harus ikut mampu untuk menopang bonus demografi yang kita harapkan membawa Indonesia menjadi negara yang sejahtera, adil makmur, dan maju di tahun 2045," kata dia.

Sandiaga juga menerangkan, sebanyak 17 juta masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Apalagi, kata dia, Indonesia juga telah memiliki beberapa perusahaan rintisan raksasa seperti Gojek, Tokopedia, OVO, Bukalapak, dan Traveloka.

Karena itu, pada kesempatan tersebut Sandiaga mengajak mahasiswa UNNES untuk meningkatkan potensi budaya lokal dalam perekonomian digital di tengah era globalisasi. "Peran ekonomi kreatif dalam membangkitkan UMKM adalah sumber daya manusia yang mampu menghasilkan produk yang bernilai dan berjual daya tinggi," jelas Sandiaga.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement