Selasa 17 Aug 2021 12:52 WIB

Memilih Reksa Dana Saham Kala Momentum Pemulihan Ekonomi

Pakar ingatkan nasabah memilih manajer investasi terpercaya kelola reksa dana saham

Rep: Retno Wulandhari / Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Reksa dana/ilustrasi.Menilik peluang potensi pemulihan ekonomi lebih lanjut di tengah program vaksinasi yang terus dipercepat, reksa dana saham dapat menjadi pilihan di periode yang sesuai sebagai entry point seperti saat ini, terutama bagi investor jangka panjang dan atau berprofil agresif.
Foto: modernsaver.com
Reksa dana/ilustrasi.Menilik peluang potensi pemulihan ekonomi lebih lanjut di tengah program vaksinasi yang terus dipercepat, reksa dana saham dapat menjadi pilihan di periode yang sesuai sebagai entry point seperti saat ini, terutama bagi investor jangka panjang dan atau berprofil agresif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perekonomian Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Indonesia akhirnya berhasil keluar dari resesi ekonomi dengan mencatatkan pertumbuhan positif 7,07 persen secara tahunan di kuartal kedua 2021.

Menilik peluang potensi pemulihan ekonomi lebih lanjut di tengah program vaksinasi yang terus dipercepat, reksa dana saham dapat menjadi pilihan di periode yang sesuai sebagai entry point seperti saat ini, terutama bagi investor jangka panjang dan atau berprofil agresif.

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Freddy Tedja, membagikan kiat dalam memilih reksa dana saham. Menurut Freddy, langkah awal yang harus dilakukan sebelum memilih reksa dana saham adalah memastikan kapan dana investasi ini akan dimanfaatkan. 

Freddy mengatakan, reksa dana saham sangat cocok bagi investor dengan profil risiko agresif serta memiliki horizon investasi jangka panjang. Meski menawarkan peluang pertumbuhan yang tinggi, reksa dana saham juga memiliki tingkat volatilitas atau risiko naik-turunnya harga yang sangat tinggi.  

"Jadi, reksa dana saham sebaiknya dimanfaatkan untuk memenuhi tujuan keuangan dalam jangka waktu 10 tahun mendatang atau lebih, misalnya untuk persiapan pensiun," kata Freddy dalam keterangannya dikutip Republika, Selasa (17/8). 

Untuk investor dengan profil risiko moderat atau memiliki horizon investasi jangka menengah, menurut Freddy, tetap bisa menempatkan sebagian kecil investasinya pada reksa dana saham. Strategi ini bisa menjadi booster untuk menggenjot kinerja portofolio investasi secara keseluruhan. 

Freddy mencontohkan, 10 persen dari komposisi portofolio ditempatkan di reksa dana saham. Kemudian sisanya bisa ditempatkan di investasi lain yang risikonya cenderung lebih rendah, seperti reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement