Jumat 16 Jul 2021 01:44 WIB

Holding Perkebunan Dorong Pegawai Berinovasi

PIS 2021 merupakan ajang temu inovasi dan penghargaan.

Rep: Muhammad Nursyamsi / Red: Satria K Yudha
Pengunjung berswafoto di jembatan irigasi air peninggalan zaman kolonial Belanda, kawasan Perkebunan PTPN VIII Dayeuhmanggung, Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (22/01/2021). Jembatan irigasi air sepanjang 200 meter yang dibangun pada tahun 1913 oleh kolonial Belanda tersebut menjadi daya tarik wisatawan dengan suasana perkebunan teh dan pemandangan gunung Cikuray.
Foto: CANDRA YANUARSYAH/ANTARA
Pengunjung berswafoto di jembatan irigasi air peninggalan zaman kolonial Belanda, kawasan Perkebunan PTPN VIII Dayeuhmanggung, Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (22/01/2021). Jembatan irigasi air sepanjang 200 meter yang dibangun pada tahun 1913 oleh kolonial Belanda tersebut menjadi daya tarik wisatawan dengan suasana perkebunan teh dan pemandangan gunung Cikuray.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendorong pegawai untuk terus berinovasi dan mengembangkan kompetensinya. Hal itu salah satunya dilakukan dengan menggelar ajang Planters Innovation Summit (PIS) 2021. 

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan, ia mengajak seluruh talenta PTPN Group untuk bersama-sama belajar, bertumbuh dan berkontribusi melalui inovasi yang tidak hanyak untuk korporasi, tetapi juga di lingkungan masyarakat yang lebih luas. 

"Dengan terbentuknya budaya inovasi dan kemajuan talenta diharapkan dapat mendukung terwujudnya operational excellence sebagai upaya akselerasi dalam pencapaian visi perusahaan," ujar Ghani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (15/7).

Ghani mengapresiasi ajang PIS 2021 yang telah diselenggarakan secara virtual di Jakarta, pada pekan lalu. Kata Ghani, PIS 2021 merupakan ajang temu inovasi dan penghargaan bagi para planters perkebunan nusantara grup.

Menurut Ghani, salah satu pendorong kesuksesan dalam sebuah perusahaan ialah inovasi. Ghani menilai inovasi menjadi bagian yang sangat penting bagi perusahaan dalam menghadapi volatility (pergejolakan), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas) yang menuntut kelincahan dan kreativitas. Ini penting untuk menjadi BUMN yang unggul serta mampu meningkatkan Global Competitiveness Index Indonesia.

Oleh karena itu, holding Perkebunan Nusantara mengapresiasi acara temu inovasi dan mendukung secara penuh implementasi dari seluruh inovasi terbaik. "Saat ini iklim industri sedang menuju otomasi dan pertukaran data dalam teknologi serta proses dalam industri manufaktur. Hal ini memungkinkan sistem cyber-fisik untuk berkomunikasi dan bekerja sama satu sama lain dan membuat pertukaran data secara realtime," ucap Ghani.

Ghani menyampaikan, teknologi juga dapat digabungkan dan diproses secara otomatisasi untuk manufaktur Industri 4.0. Kata Ghani, otomatisasi ini mencakup interkonektivitas antara proses, transparansi informasi, dan bantuan teknis untuk keputusan desentralisasi.

Ghani menyebut ada tiga kategori utama yang menjadi fokus Planters Innovation Summit 2021, yaitu business strategy, technology breakthrough, dan social innovation. Ajang itu digelar dengan menjunjung nilai strategis PTPN Group, antara lain ekonomi dan sosial, inovasi korporasi, teknologi, serta pengembangan talenta. 

"Inovasi dan kreativitas menjadi kunci dalam melakukan upaya akselerasi pengembangan industri akan dapat memenangkan potensi pasar global," lanjut Ghani.

Ghani berharap PIS 2021 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dengan berbagai inovasi untuk menjawab kebutuhan dan permasalahan yang ada. Tidak hanya itu, para dewan juri juga membicarakan cara berkembang dan beradaptasi di era transformasi digital serta membahas model bisnis yang lebih tangguh.

Para pemenang ajang PIS 2021, antara lain, Mill Excellence Indicator dari PTPN V sebagai juara pertama, Nusantara Maintenance Facility dari PTPN X sebagai juara kedua, Sawit Rakyat Online dari PTPN V sebagai juara ketiga pada kategori Business Strategy. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement