Selasa 29 Jun 2021 15:29 WIB

Erick Thohir: BUMN Perlu Jaga Keseimbangan Ekonomi Indonesia

BUMN harus memastikan perusahaan berjalan dengan sehat.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pandemi menjadi momentum berbenah untuk semua industri, termasuk industri media dan periklanan. Erick menyebut adaptasi, inovasi, dan kolaborasi sebagai kata kunci utama perbaikan industri dalam menghadapi pandemi maupun pascapandemi.

"Kita harus membangun ekosistem secara bersama," ujar Erick saat peluncuran Tanah Air Digital Exchange (Tadex) bertajuk "Melaju Bersama Untuk Ekosistem Digital Indonesia" di Jakarta, Selasa (29/6).

Erick menekankan seluruh perusahaan BUMN harus menjadi penyeimbang dalam ekonomi nasional. Kata Erick, BUMN tak sekadar menjadi lokomotif pembangunan, melainkan juga harus memastikan perusahaan berjalan dengan sehat sehingga bisa terus menggiatkan program-program yang dekat dengan rakyat, bahkan berkontribusi kepada negara melalui dividen.

Erick mengatakan BUMN harus terus menjaga keseimbangan dengan era pasar terbuka saat ini. Erick mencontohkan kinerja apik himpunan bank negara (Himbara) atau Telkom Grup yang tetap bisa bersaing dengan pasar terbuka bersama perusahaan swasta dan asing. 

"Saya mengharapkan kita harus jadi penyeimbang. Yes pasar terbuka, ada persaingan dengan perusahaan telekomunikasi lain, tetapi kita tidak memonopoli, kita berkompetisi secara sehat tanpa meninggalkan penugasan yang diberikan negara kepada kami, misalnya bagaimana kita terus membantu UMKM," ucap Erick. 

Erick juga menekankan Telkomsel harus bermetamorfosis menjadi perusahaan digital company dan PT Telkom menjadi perusahaan service company yang mana harus mendukung digitalisasi Indonesia, salah satunya investasi secara signifikan pada sektor data center dengan jaminan perlindungan data pribadi. Erick menyebut transformasi digitalisasi ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo. 

"Kemarin sudah disampaikan banyak menteri bahwa hilirisasi digital ekonomi, kita harus menjaga market, harus menjadi penyeimbang, dan UMKM. Kita juga harus menjaga konten lokal kita dan semua generasi muda yang harus mendapat harapan ke depannya," lanjut Erick. 

Erick menekankan seluruh perusahaan-perusahaan BUMN harus menjaga market ini dengan baik. Erick mengaku sangat menolak dengan gagasan-gagasan individu atau perusahaan seperti the Winner Takes All atau mengejar market untuk dimonopoli.

Erick menilai peluncuran Tadex merupakan wujud komitmen BUMN dalam menjadi kekuatan penyeimbang membangun ekosistem bersama swasta dan seluruh organisasi untuk menjaga fokus di masing-masing bisnis.

"Kita harapkan kolaborasi ini bisa menjadi sebuah kekuatan penyeimbang dan tentu harus kita jaga ini keberlanjutannya," kata Erick menambahkan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement