REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT MDI Ventures mengalihkan fokus strategi pada 2026 ke optimalisasi nilai portofolio melalui penguatan sinergi dengan Telkom Group dan ekosistem BUMN. Setelah aktif berinvestasi di sektor kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan blockchain sepanjang 2025 melalui portofolio seperti Cyfirma, Whale, dan IDRX, MDI kini menekankan eksekusi kolaborasi yang terukur.
Direktur MDI Ventures Roby Roediyanto mengatakan, tantangan utama kolaborasi startup dengan korporasi besar terletak pada kesesuaian solusi dan kesiapan implementasi. Karena itu, MDI memposisikan diri sebagai penghubung antara kebutuhan enterprise dan solusi startup portofolio agar sinergi dapat berlanjut dari tahap uji coba ke implementasi komersial.
“Salah satu tantangan terbesar ketika startup bekerja sama dengan enterprise atau BUMN adalah memastikan sejak awal bahwa solusinya benar-benar menjawab kebutuhan bisnis dan bisa dieksekusi,” ujar Roby dalam keterangan pers, Rabu (11/2/2026).
Dia menjelaskan, MDI membantu mencocokkan kebutuhan enterprise dengan solusi portofolio yang paling relevan, lalu bekerja dengan kedua pihak agar prosesnya bergerak dari diskusi ke implementasi dan go-to-market.
Salah satu contoh sinergi tersebut adalah kolaborasi antara Digiserve by Telkom Indonesia dan Cyfirma, perusahaan portofolio MDI di bidang keamanan siber. Kapabilitas Cyber Threat Intelligence (CTI) Cyfirma telah terintegrasi dalam portofolio Telkom Solution, sehingga memungkinkan pelanggan enterprise memperoleh visibilitas ancaman siber sekaligus rekomendasi mitigasi risiko secara lebih dini.
MDI menargetkan sinergi yang dihasilkan tidak berhenti pada proyek percontohan, tetapi berlanjut ke implementasi dan memiliki jalur go-to-market yang jelas. Model kolaborasi ini diharapkan dapat direplikasi lintas entitas dalam ekosistem Telkom Group maupun BUMN.
Di sisi lain, MDI menekankan pentingnya tata kelola sebagai fondasi keberlanjutan model corporate venture capital (CVC). Interaksi yang intensif antara founder, mitra korporasi, investor, hingga vendor dinilai memerlukan sistem tata kelola dan transparansi yang kuat untuk menjaga kredibilitas.
Pada akhir 2025, MDI bersama AMVESINDO menggelar Synergy Innovation Week 2025 sebagai forum kolaborasi startup, Telkom Group, dan berbagai entitas BUMN. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Ventures Forum yang melibatkan OJK, Jamdatun, Bappenas, dan Komdigi untuk membahas keselarasan tata kelola dalam ekosistem inovasi.
“Target kami bukan hanya menghasilkan sinergi sekali, tapi membangun cara kerja yang bisa diulang dan diperluas. Karena itu, kami mengawal prosesnya dari identifikasi hingga kerja sama terjadi dan memberi dampak,“ katanya.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, kata dia, MDI Ventures meraih sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) serta mempertahankan predikat Indonesia Trusted Company pada ajang Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) Award pada akhir 2025.
Ke depan, MDI akan memperdalam sinergi portofolio dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada eksekusi komersial, sembari menjaga aspek tata kelola sebagai fondasi operasional.