Jumat 28 May 2021 17:43 WIB

SSMS Catatkan Kenaikan Penjualan Double Digit

Kinerja SSMS positif di 2020, baik operasional maupun finasial.

Chief Financial Officer PT SSMS, Hartono Jap memaparkan kinerja perusahaan selama 2020, dalam paparan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Jumat (28/5)
Foto: istimewa/tangkapan layar
Chief Financial Officer PT SSMS, Hartono Jap memaparkan kinerja perusahaan selama 2020, dalam paparan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Jumat (28/5)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)  sepanjang 2020, SSMS mampu mencatatkan kenaikan angka penjualan double digit, yaitu sebesar 23 persen menjadi Rp.4,04 triliun dan laba bruto yang naik 83 persen menjadi Rp.1,84 triliun.

"Laba usaha Perseroan naik signifikan sebesar 169 persen menjadi Rp.1,19 triliun, yang dipengaruhi oleh kenaikan harga jual produk sawit di pasar internasional,” kata Direktur Utama SSMS Vallauthan Subraminam, dalam siaran pers Jumat (28/5).

PT SSMS pada Jumat (28/5), melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Setelah itu dilanjutkan dengan paparan publik, di Financial Hall Gedung Graha Niaga, Jakarta.

Vallauthan mengungkapkan, kinerja Perseroan yang positif pada tahun 2020, baik di sisi operasional maupun finansial, merupakan prestasi tersendiri. Pasalnya, semua itu dapat tercapai pada saat situasi makro ekonomi global yang tidak mudah akibat pandemi Covid-19.

Memasuki awal 2021, kata Vallauthan, SSMS membukukan laba kuartal I tahun 2021 sebesar Rp.176 miliar. Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mengalami rugi Rp.338,79 miliar. Hal tersebut juga karena ditopang oleh naiknya harga minyak sawit.

Beban pokok penjualan SSMS naik menjadi Rp.594 miliar dari Rp.483 miliar. Kendati demikian, laba bruto perseroan meningkat 13,59 persen, menjadi Rp.493 miliar dari Rp434 miliar. Aset perusahaan SSMS sepanjang tiga bulan pertama tahun ini naik 8 persen menjadi Rp.12,92 triliun dari Rp.12 triliun pada akhir Desember 2020.

Dalam hal Keberlanjutan bisnis, menurut Vallauthan, SSMS terus mengupayakan agar seluruh kebun, termasuk yang dikelola petani, dapat memiliki sertifikat Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) / Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Kepemilikan sertifikat  RSPO/ISPO, kata Pak Valla, tidak hanya akan meningkatkan daya saing perusahaan secara keseluruhan, namun juga memberikan jaminan kepada konsumen atas kualitas produk Perseroan.

Sementara itu Chief Financial Officer PT SSMS, Hartono Jap menjelaskan, SSMS memperkuat kerja sama untuk pemasaran produk sawitnya. Salah satunya dengan PT Citra Borneo Utama (CBU), yang menyerap 70 persen produk sawit, untuk kemudian diolah menjadi produk turunan sawit, seperti olein, stearin dan PFAD. Pada akhir Desember 2020, Perseroan menambah kepemilikan sahamnya di PT CBU menjadi sebanyak 32 persen dari sebelumnya hanya 19 persen.

Menurutnya, ini menjadi bagian memperkuat strategi hilirisasi bisnis, fokus untuk meningkatkan utilisasi pabrik penyulingan kelapa sawit mencapai 100 persen. Penguatan hilirisasi produk sawit akan menjamin prospek profitabilitas yang lebih baik bagi Perseroan di masa depan.

Pada 2020, SSMS mampu menaikkan volume produksi dari Fresh Fruit Bunch (FFB) dan CPO dari kebun inti masing-masing sebesar 6 persen dibandingkan tahun 2019, yaitu menjadi 1,6 juta ton dan 369.032 ton, dari target kenaikan sebesar 10 persen yang dicanangkan di awal tahun.

Kinerja operasional yang baik ini, lanjutnya, juga didukung oleh komitmen Perseroan untuk mempertahankan produktivitas yang tinggi meskipun di tengah pandemi. Pada 2020 perseroan mengelola total 116.029 hektare area lahan perkebunan sawit, baik yang dikelola oleh perusahaan langsung ataupun oleh petani plasma.

Berita Lainnya

Rekomendasi