Kamis 20 May 2021 23:13 WIB

Maskapai Qantas Pangkas Biaya karena Rugi 1,5 miliar Dolar 

Qantas mengatakan divisi internasionalnya merugi sekitar 2,3 juta dolar AS per pekan

Rep: Idealisa masyrafina/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Sebuah pesawat Qantas yang membawa warga Australia yang direpatriasi mendarat di Bandara Darwin di Darwin, Australia. Qantas telah mengumumkan langkah-langkah pemotongan biaya baru untuk membantunya menangani dampak pandemi virus corona. Perusahaan penerbangan Australia itu juga mengatakan akan melaporkan kerugian tahunan sebelum pajak lebih dari 1,5 miliar dolar AS
Foto: EPA-EFE/CHARLIE BLISS
Sebuah pesawat Qantas yang membawa warga Australia yang direpatriasi mendarat di Bandara Darwin di Darwin, Australia. Qantas telah mengumumkan langkah-langkah pemotongan biaya baru untuk membantunya menangani dampak pandemi virus corona. Perusahaan penerbangan Australia itu juga mengatakan akan melaporkan kerugian tahunan sebelum pajak lebih dari 1,5 miliar dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Qantas telah mengumumkan langkah-langkah pemotongan biaya baru untuk membantunya menangani dampak pandemi virus corona. Perusahaan penerbangan Australia itu juga mengatakan akan melaporkan kerugian tahunan sebelum pajak lebih dari 1,5 miliar dolar AS.

Tetapi perusahaan menambahkan bahwa tumpukan utangnya telah memuncak dan kemungkinan akan turun karena perjalanan domestik berada di jalur yang tepat untuk mencapai tingkat pra-pandemi.

Dilansir di BBC, Kamis (20/5), disebutkan Qantas mengatakan divisi internasionalnya merugi sekitar 2,3 juta dolar AS per pekan, turun dari 3,9 juta dolar AS bulan lalu.

Rencana pemotongan biaya terbaru termasuk pembekuan gaji selama dua tahun, pemotongan komisi agen perjalanan untuk penerbangan internasional dan menawarkan redundansi sukarela kepada awak kabin dalam bisnis internasionalnya.

Qantas mengatakan pihaknya melihat waktu yang lebih positif ke depan karena rebound dalam perjalanan domestik ke level mendekati normal akan membantunya untuk terus memotong utangnya."Fakta bahwa kami membuat terobosan pada hutang yang kami butuhkan untuk melewati krisis ini menunjukkan bisnis sekarang berada pada pijakan yang lebih berkelanjutan," kata CEO Qantas Alan Joyce dalam sebuah pernyataan.

"Pendorong utama adalah pulihnya perjalanan domestik, yang sekarang terlihat akan lebih besar daripada sebelum COVID, setidaknya sampai perbatasan internasional dibuka kembali." tambahnya.

Qantas menambahkan bahwa divisi internasionalnya merugi sekitar 2,3 juta dolar AS seminggu, turun dari 3,9 juta dolar AS bulan lalu, karena pembukaan gelembung perjalanan dengan Selandia Baru dan permintaan yang kuat untuk layanan kargo.

Maskapai tersebut telah menunda penjualan tiket internasional, kecuali Selandia Baru, hingga Desember setelah pemerintah Australia mengatakan tidak mungkin membuka perbatasannya untuk perjalanan luas hingga pertengahan tahun depan.

Saham Qantas di Bursa Efek Sydney naik setelah pengumuman hari ini. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement