Kamis 18 Mar 2021 17:55 WIB

Satgas Ungkap Pentingnya Vaksinasi untuk Wisata Bali

Vaksinasi mempercepat pembentukan kekebalan kelompok di tengah masyarakat Bali.

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolandha
Wisatawan lokal menikmati suasana saat liburan di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Senin (15/3). Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, vaksinasi merupakan upaya pemerintah mempercepat pembentukan kekebalan kelompok di tengah masyarakat Bali.
Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Wisatawan lokal menikmati suasana saat liburan di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Senin (15/3). Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, vaksinasi merupakan upaya pemerintah mempercepat pembentukan kekebalan kelompok di tengah masyarakat Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satgas Penanganan Covid-19 mengungkap pentingnya program vaksinasi bagi masyarakat Bali. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, vaksinasi merupakan upaya pemerintah mempercepat pembentukan kekebalan kelompok di tengah masyarakat Bali. Bila kekebalan individu dan kelompok tercapai, maka Bali semakin optimal dalam menyambut dan melayani wisatawan. 

"Sebagai provinsi tujuan pariwisata, Bali merasakan dampak paling besar dari pandemi covid sejak tahun lalu. Sejalan dengan usaha memulihkan kesehatan dan ekonomi Bali, pemerintah berharap program vaksinasi dapat berjalan dengan lancar," ujar Wiku dalam keterangan pers, Kamis (18/3). 

Baca Juga

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melempar sinyal bahwa sektor pariwisata Bali berpeluang kembali dibuka secara penuh pada Juni atau Juli 2021 mendatang. Namun hal ini bukan tanpa syarat. Pemerintah menekankan bahwa pembukaan wisata Bali secara penuh baru bisa dilakukan apabila angka Covid-19 terkendali dan protokol kesehatan dipatuhi secara ketat oleh pelaku seluruh masyarakat. 

"India kemarin dua hari yang lalu juga melompat (angka Covid-19). Nggak mudah. Tapi kalau semuanya mendukung, hati-hati. Juni Juli lah baru (dibuka penuh)," ujar Jokowi saat berbincang dengan pelaku pariwisata di Bali, Selasa (16/3). 

Pemerintah, imbuh presiden, tidak ingin gegabah dengan kebijakan ini karena ancaman lonjakan kasus tetap ada. Demi mengantisipasi hal itu, pemerintah terus berupaya menggencarkan vaksinasi Covid-19 dan meminta partisipasi seluruh pelaku pariwisata Bali untuk mematuhi protokol kesehatan. 

Dalam kunjungan kerjanya ke Ubud, Gianyar hari ini, Jokowi sempat meminta program vaksinasi Covid-19 di Bali bisa dilakukan sesuai target agar pembukaan industri pariwisata secara total bisa segera dilakukan. Jokowi mengatakan, vaksinasi akan difokuskan untuk pelayan publik dan masyarakat di tiga tiga zona hijau prioritas, yakni Ubud di Kabupatn Gianyar, Sanur di Kota Denpasar, dan Nusa Dua di Kabupaten Badung. 

Baca juga : Sertifikat Vaksinasi Jadi Syarat Perjalanan Masih Wacana

Tiga zona hijau yang masuk dalam Free Covid Corridor (FCC) tersebut memang menjadi fokus pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk pemulihan industri pariwisata Bali. Pemerintah, ujar Jokowi, akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan penanganan Covid-19, pelaksanaan vaksinasi, dan kondisi wisata di tiga zona tersebut secara berkala. 

"Kita evaluasi setiap minggu bagaiamana perkembangan yang ada di kawasan ini dan pada umumnya di Provinsi Bali. Kita berharap proses vaksinasi ini akan terus sampai nanti sesuai dengan target yang telah kita berikan angka-angkanya," ujar Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement