Selasa 16 Feb 2021 17:53 WIB

Kemenkeu: Daya Tarik Surat Utang Pemerintah Masih Tinggi

Fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark bertenor 5 tahun.

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha
Lelang Surat Utang Negara (SUN).
Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Lelang Surat Utang Negara (SUN).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis, permintaan investor terhadap surat utang pemerintah akan tetap tinggi. Hal ini tergambarkan dari realisasi penawaran lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (16/2) yang mencapai Rp 60,8 triliun, dua kali dari yang dimenangkan pemerintah.

Tingginya ketertarikan investor sudah terlihat sejak lelang SUN perdana tahun ini yang dilaksanakan pada dua pekan lalu. Saat itu, nilai penawaran yang masuk mencapai Rp 83,8 triliun atau naik 50 persen dibandingkan incoming bids pada lelang sebelumnya.

Baca Juga

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan menyebutkan, tren positif ini akan kembali berlangsung ke depannya. "Pemerintah optimistis kondisi pasar akan tetap kondusif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembiayaan APBN melalui penerbitan SBN," katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa.

Adapun fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark dengan tenor lima dan 10 tahun. Incoming bids untuk kedua seri tersebut mencapai 50,9 persen dari total, di mana tenor 5  tahun merupakan seri yang paling diminati dengan permintaan yang masuk mencapai Rp 15,9 triliun.

Investor domestik mendominasi demand lelang hari ini. Partisipasi investor asing sebesar 15,5 persen dari total penawaran, lebih rendah dibandingkan lelang sebelumnya yang sebesar 17 persen. Sebagian besar di antara mereka memilih surat utang dengan tenor 5 dan 10 tahun.

Yield pada lelang SUN kali ini bergerak beragam sebagai dampak dari sentimen pasar global, terutama tren kenaikan US treasury. Untuk SUN tenor pendek, terlihat mengalami kenaikan yield. Sebaliknya, untuk SUN jangka panjang, yield-nya terlihat turun karena adanya support dari investor yang portofolionya berfokus di SUN jangka panjang.

Sebagai contoh, untuk SUN tenor 5 tahun Weighted Average Yield (WAY)-nya mengalami kenaikan sebesar 13 bps. "Sebaliknya, untuk WAY tenor 30 tahun terdapat penurunan sebesar 4 bps," ucap Deni.

Dengan mempertimbangkan yield/imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp 30 triliun. Dana ini salah satunya ditujukan untuk pembiayaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2021, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2021.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement