Ahad 14 Feb 2021 10:15 WIB

Saatnya Desa Menjadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Pembangunan Indonesia agar berjaya pada masa depan harus dimulai dari desa.

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
BRI ingin menyelaraskan strategi pemberdayaan desa milik perusahaan dengan program yang tengah dikebut oleh pemerintah.
Foto: BRI
BRI ingin menyelaraskan strategi pemberdayaan desa milik perusahaan dengan program yang tengah dikebut oleh pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gagasan baru dalam menginovasi berbagai program dan gerakan ekonomi yang berbasis mikro, kecil, dan menengah terus dilakukan, salah satunya adalah Program Desa BRILian. Program yang digagas BRI ini bertujuan untuk memberikan wawasan literasi dan inklusi keuangan bagi para pelaku UMKM di pedesaan agar mereka lebih memahami produk dan layanan keuangan digital terkini.

Bersama sejumlah stakeholder, BRI menginisiasi diskusi berbasis daring dengan tema Arah dan Peluang Pemulihan Ekonomi Indonesia dari Desa pada beberapa waktu lalu. Dalam acara tersebut Wakil Mendes PDTT Budi Arie Setiadi memberikan pandangannya pembangunan Indonesia agar berjaya pada masa depan harus dimulai dari desa. Desa dapat menjadi titik awal pembangunan berbasis budaya lokal, sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan perseroan berupaya melakukan pembangunan dan pengembangan desa secara berkelanjutan, sebagai salah satu langkah menjadikan desa sebagai lokomotif ekonomi nasional. Sebagai bank yang fokus melayani pelaku UMKM, BRI ingin menyelaraskan strategi pemberdayaan desa milik perusahaan dengan program yang tengah dikebut oleh pemerintah.

“Acara ini adalah alignment dari Kementerian Desa, sekaligus implementasi Sustainable Development Goals (SDG’s) di desa melalui Program Desa BRIlian. Dalam program ini, fokus utama perusahaan adalah revitalisasi BUMDes, desa wisata, dan pengembangan produk unggulan desa yang sesuai dengan kearifan lokal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Ahad (14/2).

photo
BRI ingin menyelaraskan strategi pemberdayaan desa milik perusahaan dengan program yang tengah dikebut oleh pemerintah. - (BRI)

 

Aestika menjelaskan Desa BRILian juga sebagai pendorong digitalisasi ekonomi UMKM melalui berbagai layanan seperti keagenan BRILink, website pasar.id, dan berbagai inovasi serta pembangunan berkelanjutan di desa dengan mengandalkan BUMDes sebagai penggerak utamanya. Melalui pendampingan dan kolaborasi yang dilakukan, diharapkan BUMDes dan masyarakat desa akan semakin mudah dalam mengakses layanan keuangan.

Salah satu pendampingan terhadap desa binaan oleh BRI adalah Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Di desa Menanga, pendampingan yang diberikan adalah literasi keuangan. BUMDes Menanga hingga saat ini telah melakukan pencatatan keuangan dengan tertib, namun pencatatan masih belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Maka BRI memberikan penguatan kepada BUMDes pada aspek literasi keuangan agar BUMDes Menanga dapat membuat laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Pendampingan oleh BRI lainnya di desa Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Pemberdayaan yang dirasakan oleh BUMDes Koto Ranah adalah berupa pendampingan literasi bisnis, salah satunya berupa pengayaan company profile dan katalog online untuk menarik wisatawan, mengingat BUMDes Koto Ranah bergerak di bidang wisata.

Hal ini telah sejalan dengan aspirasi dan tujuan pemerintah, dimana pemulihan ekonomi nasional dimulai dari Desa, sehingga pemerintah telah menjadikan BUMDes sebagai penggerak kemajuan dan kesejahteraan warga desa. Saat ini ada 51.134 BUMDes di Indonesia, dan sudah ada sekitar Rp 4,2 triliun dana desa disalurkan pemerintah dalam kurun waktu 2015-2020 untuk memperkuat permodalan BUMDes. Hasilnya, pada periode yang sama, kontribusi BUMDes terhadap pendapatan desa sebesar Rp 1,1 triliun. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement