Senin 01 Feb 2021 15:33 WIB

Jokowi Sebut Perbankan Syariah Mulai Kejar Konvensional

Di sisi aset, perbankan syariah tumbuh 10,97 persen secara tahunan

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolandha
PT Bank Syariah Indonesia Tbk., entitas usaha hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada hari ini, Senin (1/2).
Foto: Dok. Bank Syariah Indonesia
PT Bank Syariah Indonesia Tbk., entitas usaha hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada hari ini, Senin (1/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri perbankan syariah nasional memberikan kinerja positif sepanjang 2020. Bahkan dalam beberapa aspek perbankan syariah mampu mengungguli perbankan konvensional yang secara pasar lebih besar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun memberikan apresiasi terkait pertumbuhan positif industri perbankan syariah nasional yang dianggap mulai mengejar perbankan konvensional ini. 

"Bahwa perbankan syariah berhasil tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan perbankan konvensional. Sekali lagi ini patut kita syukuri Alhamdulillah. Dalam banyak hal perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan bank konvensional," ujar Presiden Jokowi dalam peluncuran PT Bank Syariah Indonesia Tbk di Istana Negara, Senin (1/2). 

Baca Juga

Jokowi pun merinci prestasi perbankan syariah dari sejumlah aspek. Di sisi aset, perbankan syariah tumbuh 10,97 persen secara tahunan (year on year) per September 2020. Sementara bank konvensional hanya tumbuh 7,7 persen. 

"Artinya bank syariah lebih tinggi," kata Jokowi.

 

Lantas dari sisi dana pihak ketiga, perbankan syariah mampu mencatatkan pertumbuhan 11,56 persen (yoy). Angka tersebut masih di atas pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan konvensional sebesar 11,49 persen. 

Selanjutnya dari sisi pembiayaan, perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan 9,42 persen (yoy). Capaian ini jauh dari perbankan konvensional yang hanya tumbuh 0,55 persen. 

"Indikator-indikator seperti ini saya kira patut kita catat. Dengan data seperti itu saya meyakini insya Allah ekonomi syariah Indonesia akan tumbuh sangat cepat. Akan berkontribusi besar dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan masyarakat kita," kata presiden. 

Dengan pertumbuhan perbankan syariah yang pesat, Jokowi pun mengapresiasi peluncuran PT Bank Syariah Indonesia Tbk per Senin (1/2) ini. Jokowi mengaku menaruh harapan besar terhadap BSI untuk ikut mengembangkan ekonomi syariah Indonesia. 

Jokowi menambahkan, dengan status sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, maka sudah sepantasnya Indonesia menjadi pusat rujukan ekonomi syariah. Kendati belum menjadi yang teratas, Jokowi melanjutkan, ekonomi syariah Indonesia sudah beranjak naik masuk ke lima besar dunia. 

Berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Report, ujar presiden, sektor ekonomi syariah Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang berarti. Tahun 2018, ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat ke-10 dunia. Tahun 2019, naik menjadi peringkat ke-5 dunia. 

"Dan tahun 2020 alhamdulillah ekonomi syariah Indonesia berada pada peringkat ke-4 dunia," kata Jokowi. 

Capaian ini diyakini presiden semakin membuka jalan Indonesia untuk menjadi pusat rujukan perekonomian syariah dunia. Industri keuangan syariah pun terbukti mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement