Ahad 31 Jan 2021 15:17 WIB

Dewan Pembina MES Diketuai Wapres

Kepengurusan MES akan diisi para tokoh yang berkomitmen akan ekonomi syariah.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) diketuai langsung oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.
Foto: MES
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) diketuai langsung oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) diketuai langsung oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Dewan Pembina dan Dewan yang sudah ada dalam periode sebelumnya akan diperkuat dengan Dewan Penggerak dan Dewan Penyantun.

Ketua MES, Erick Thohir mengatakan, kepengurusan juga akan diisi para tokoh yang memiliki kepedulian, semangat juang dan komitmen di ekonomi Syariah. Dewan Pembina memiliki lima wakil ketua yang merupakan tokoh pemerintahan.

Baca Juga

Di antaranya adalah Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Susatyo, Ketua Umum MUI KH Miftakhul Ahyar, Ketua BPK Agung Firman Sampurna, dan Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman D Hadad. Sekretaris diisi oleh Mantan Menteri BUMN Sugiharto dan Wakil Sekretaris yakni Sholahuddin Al Ayubi yang merupakan Ketua MUI.

Sementara itu Dewan Pakar dipimpin oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Lima Wakil Ketua yakni Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Ketua DK LPS Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua DSN MUI Hasanuddin, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, dan Stafsus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta.

Posisi Dewan Penyantun diisi oleh sejumlah kalangan pengusaha ternama. Seperti Arsjad Rasyid yang merupakan Presiden Direktur Indika Energy sebagai Ketua. Selain itu Roesan P Roeslani yang merupakan Ketua Umum Kadin, Rachmat Mulyana Hamami yang memimpin enam perusahaan berbeda, CEO GDP Venture Martin Hartono yang merupakan putra orang terkaya di Indonesia pemilik Group Djarum, Arini Subianto yang merupakan salah satu dari perempuan terkaya di Indonesia, hingga pengusaha Farhat Brachma. 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi