Senin 18 Jan 2021 14:20 WIB

KBUMN: UMKM Berperan dalam Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi

Akses pembiayaan untuk UMKM harus dipermudah untuk dorong pengembangannya.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMN berkomitmen membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di masa pandemi saat ini maupun pascapandemi. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan UMKM memegang peranan penting dalam kebangkitan ekonomi nasional pascapandemi.
Foto: DAVID MUHARMANSYAH/ANTARA
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMN berkomitmen membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di masa pandemi saat ini maupun pascapandemi. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan UMKM memegang peranan penting dalam kebangkitan ekonomi nasional pascapandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMN berkomitmen membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di masa pandemi saat ini maupun pascapandemi. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan UMKM memegang peranan penting dalam kebangkitan ekonomi nasional pascapandemi. 

Saat ini, ucap Kartika, lebih dari 64 juta unit UMKM merupakan 99 persen struktur usaha Indonesia. UMKM juga menyediakan 97 persen penyerapan tenaga kerja nasional dengan konstribusi terhadap PDB sebesar 60,3 persen.

Baca Juga

"Peran UMKM sangat signifikan dalam menyediakan lowongan pekerjaan," ujar Kartika dalam webinar bertajuk 'Kebangkitan UMKM untuk Mendorong Perekonomian Nasional' di Jakarta, Senin (18/1).

Kendati begitu, Kartika meyayangkan kontribusi UMKM terhadap ekspor yang hanya sebesar 14,17 persen. Pun dengan rendahnya keterlibatan UMKM dalam global value chain untuk berbagai produk internasional yang hanya sebesar 6,3 persen. Kartika membandingkan dengan keterlibatan UMKM Malaysia terhadap global value chain yang mencapai 46,2 persen.

 

Catatan ini menjadi fokus utama BUMN dalam memperkuat keterlibatan UMKM dalam global value chain dan meningkatkan ekspor yang berkualitas dan menjangkau berbagai sektor di dunia.

Kartika menyampaikan BUMN memiliki tiga program utama untuk mengatasi tantangan yang dihadapi UMKM. Pertama, kapabilitas dalam mengelola usaha dengan mendorong peningkatan kemampuan manajerial, pengelolaan keuangan lewat program pembinaan dan pendampingan. 

Kedua, menyediakan akses pembiayaan. Menurut Kartika, penguatan akan akses pembiayaan tetap harus dilakukan meski dalam lima tahun terakhir akses pembiayaan sudah semakin baik dan mudah.

"Yang terakhir dan paling krusial ialah akses pasar baik dalam negeri dan luar negeri, terutama dalam menembus pasar global perlu ada katalis dan perusahaan besar yang membawa," ungkap Kartika.

Kartika menyampaikan BUMN memiliki tiga pilar utama dalam upaya pembenahan UMKM yakni peningkatan kapasitas kompetisi usaha, akselerasi akses keuangan ke UMKM, dan penciptaan ekosistem dan perluasan pasar.

Dari sisi peningkatan kapasitas dan kompetisi usaha, ucap Kartika, BUMN memiliki program Rumah BUMN yang telah dijalankan beberapa tahun terakhir untuk mendorong UMKM naik kelas dengan pemberdayaan tiga tahapan yakni Go modern dari sisi kemasan dan kualitas produk, Go Digital, dan Go global yang mana UMKM diharapkan mampu menembus pasar internasional. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement