Jumat 15 Jan 2021 19:55 WIB

Pupuk Indonesia Percepat Distribusi ke Gudang dan Kios

Stok pupuk bersubsidi yang disediakan tiga kali lipat dari stok minimum.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal. PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya optimal untuk mempercepat dan menjaga kelancaran distribusi pupuk.
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal. PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya optimal untuk mempercepat dan menjaga kelancaran distribusi pupuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Indonesia (Persero) berupaya optimal untuk mempercepat dan menjaga kelancaran distribusi pupuk. Hal tersebut guna mengantisipasi musim tanam awal tahun ini, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penerbitan SK penyaluran pupuk bersubsidi.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal mengatakan, Pupuk Indonesia telah melakukan sejumlah langkah dalam rangka menjaga kelancaran distribusi. Salah satunya telah menerbitkan perintah ke distributor untuk segera menyalurkan ke kios-kios resmi.

Baca Juga

Pada waktu bersamaan, Pupuk Indonesia terus melakukan koordinasi dengan dinas setempat untuk penerbitan SK alokasi dari pemerintah kabupaten dan kota setempat. "Sejak awal tahun, kami telah mengintruksikan para produsen yang tergabung dalam holding Pupuk Indonesia untuk bergerak cepat dan optimal dalam menyediakan pupuk hingga di lini III dan IV," ujar Gusrizal di sela kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, Jumat (15/1).

Di Jawa Tengah, Gusrizal meninjau ketersediaan stok di sejumlah daerah dan melakukan pertemuan dengan perwakilan petani di Grobogan dan Blora. Stok pupuk subsidi di provinsi Jawa Tengah sendiri tersedia sebanyak 231.983 ton. 

Gusrizal menerangkan, secara nasional, stok pupuk bersubsidi yang tersedia di lini I hingga lini IV mencapai 1.763.218 ton. Jumlah itu terdiri atas 821.423 ton Urea, 551.359 ton NPK, 132.649 ton SP-36, 148.642 ZA dan 109.145 ton organik. Jumlah stok yang disiapkan di lini III dan IV tersebut sekitar tiga kali lipat dari ketentuan stok minimum yang sebesar 552.032 ton. 

Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani, dan sesuai arahan Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia Grup juga menyediakan pupuk nonsubsidi di setiap kios-kios resmi agar petani tetap bisa mendapatkan pupuk. 

"Jumlah pupuk nonsubsidi bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Artinya ketika permintaan meningkat, maka kami pun sudah siap menambah ketersediaan," ucap Gusrizal.

Gusrizal menekankan pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang sudah terdaftar di e-RDKK dan di daerah tertentu sudah memiliki kartu tani. 

Di samping itu, Gusrizal menambahkan, saat ini semua jaringan distribusi Pupuk Indonesia Grup telah diwajibkan melaksanakan protokol pencegahan penyebaran Wabah Covid-19. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah petugas terpapar Covid-19 sehingga tidak menggangu pelayanan pendistribusian dan penjualan pupuk. Pupuk Indonesia juga mengimbau para petani memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement