Rabu 13 Jan 2021 14:41 WIB

Pelindo II Dukung Evakuasi Korban Sriwijaya Air

Pelindo II melengkapi fasilitas di posko untuk mengoptimalkan kerja tim SAR.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Prajurit TNI melempar tali untuk menyandarkan kapal usai pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182  di Dermaga JICT II, Jakarta, Selasa (12/1). PT Pelindo II (Persero) mendukung penuh pencarian korban pesawat Sriwijaya Air di Dermaga ex JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Prajurit TNI melempar tali untuk menyandarkan kapal usai pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ182 di Dermaga JICT II, Jakarta, Selasa (12/1). PT Pelindo II (Persero) mendukung penuh pencarian korban pesawat Sriwijaya Air di Dermaga ex JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) memberikan dukungan dalam pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor registrasi PK-CLC di posko evakuasi yang berada di Dermaga ex JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ182 tersebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada 9 Januari 2021.

"Kami terus mendukung upaya evakuasi korban Sriwijaya Air, salah satunya dengan melengkapi fasilitas posko evakuasi," kata EVP Sekretariat Perusahaan Pelindo II Ari Santoso, dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika, Rabu (13/1).

Baca Juga

Ari mengatakan, fasilitas di posko dilengkapi supaya seluruh tim gabungan yang bertugas dapat bekerja dengan optimal. Selain itu juga tetap terjamin kebersihannya.

Dia menambahkan, di posko evakuasi yang didirikan sejak Sabtu (9/1), Pelindo II juga menyediakan area parkir yang cukup luas. Begitu juga dengan tenda VIP yang lengkap dengan meja, kursi, toilet, dan wastafel portable.

Kelengkapan fasilitas juga termasuk dengan ketersediaan listrik, lampu, fasilitas air bersih, mushala dan pengamanan. "Fasilitas ini tepat di bibir dermaga yang menjadi lokasi sandar kapal dalam melakukan evakuasi juga telah dipasangi garis pembatas atau police line untuk memudahkan proses evakuasi tim SAR," kata Ari menjelaskan.

Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan evakuasi korban dan potongan badan pesawat. Tim gabungan juga masih mencari kotak hitam berupa cockpit voice recorder (CVR) setelah kemarin (Selasa, 12/1) menemukan flight data recorder (FDR). 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement